Semakin Dekat dengan Pembaca

BSM di Tulungagung Tersalurkan 100 Persen, Namun Masih ada Pengembalian

Tulungagung – Penyaluran bantuan siswa miskin (BSM) telah tersalurkan secara menyeluruh. Sebanyak 64 ribu peserta didik jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) berhak menerima bantuan tersebut. Namun, dari puluhan miliar rupiah total anggaran yang digelontorkan untuk membantu siswa miskin tersebut masih ditemukan adanya pengembalian.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung Syaifudin Juhri mengatakan, penyaluran BSM berupa uang tunai di Tulungagung telah 100 persen tersalurkan. Diketahui, BSM tersebut langsung diberikan kepada peserta didik penerima manfaat melalui rekening masing-masing penerima. Jumlah peserta didik penerima manfaat BSM sebanyak 64 ribu dengan jumlah anggaran sebesar Rp 20 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “BSM itu sudah tersalurkan 100 persen. Langsung diberikan kepada peserta didik ke rekening masing-masing,” jelasnya kemarin (2/1).

Kemudian untuk pembelanjaannya, peserta didik penerima manfaat BSM diperbolehkan menggunakan bantuan untuk sarana penunjang pendidikan. Menurutnya, tidak ada rentang waktu yang membatasi peserta didik untuk menggunakan bantuan tersebut. Hanya, dalam membelanjakan dana BSM harus disertai kwitansi pembelanjaan. “Mau dibelanjakan Januari, Februari, atau Maret tidak apa-apa, karena sudah di rekening masing-masing penerima. Kuitansi itu sebagai upaya kontrol, nanti diberikan kepada guru,” paparnya.

Adapun sarana penunjang pendidikan yang dapat dibelanjakan menggunakan bantuan BSM seperti topi sekolah, seragam, dasi, sabuk, tas, kaus kaki dan sepatu. Ataupun juga bisa dipergunakan untuk membeli alat tulis yakni pensil, pulpen, maupun penghapus. “Perlengkapan sekolah mulai dari atas sampai sepatu. Itu alternatif pilihannya, tergantung kebutuhan dan jumlah bantuan yang diterima. Kalau sudah punya kan tidak usah beli,” ucapnya.

Penerima BSM bagi peserta didik ini diberikan kepada peserta didik jenjang SD hingga SMP. Dengan besaran nominal kelas 1 SD menerima Rp 600 ribu, kelas 7 SMP menerima Rp 750 ribu, dan lainnya menerima Rp 250 ribu. “Tidak pernah ada perubahan, nominal yang didapat masih sama. Bedanya di sasarannya, kalau dua tahun lalu hanya kelas 1 sama kelas 7, sekarang semuanya dapat, dari kelas 1 hingga kelas 9 dengan kategori tidak mampu,” ungkapnya.

Disinggung ihwal serapan anggaran BSM, dia mengaku, meski telah terserap 100 persen, diketahui masih terdapat pengembalian anggaran. Pengembalian bantuan BSM tersebut dilatarbelakangi beragam masalah. Seperti penolakan dari penerima BSM, meninggal, dan peserta didik yang mutasi keluar daerah. “Sedikit kok, hanya sekitar nol koma berapa persen gitu. Alasannya bermacam-macam, ada yang menolak diberi, ada yang sudah meninggal, dan ada yang sudah mutasi ke luar daerah. Anggaran pengembalian itu langsung dikembalikan ke rekening kas umum daerah (RKUD),” ucapnya.(mg2/c1/rka)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.