Semakin Dekat dengan Pembaca

Bucin di Trenggalek Terlibat Cekcok, Pukul Palu hingga Tenggak Pestisida

Trenggalek – Hati-hati menjadi budak cinta (bucin). Jika kebablasan bisa seperti pasangan siri KT, 65, warga Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, Tulungagung dan AW, 45, warga Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek. Pasalnya, mereka terlibat pertikaian dan harus dilarikan ke rumah sakit karena luka yang dialami keduanya. Kini mereka berdua masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, kejadian tersebut bermula pada Minggu (1/1) sekitar pukul 21.15. Saat itu mereka berdua sedang bersantai di rumah sang wanita, AW. Di sela perbincangan tersebut, AW menanyakan status hubungan keduanya secara jelas, agar KT menikahinya secara resmi. Itu dilakukan lantaran hubungan yang terjalin telah berangsur sekitar 17 tahun. “Berdasarkan informasi yang kami dapat di lokasi kejadian, karena hubungan nikah siri yang lama itu, mereka berdua juga tinggal di satu rumah,” ungkap Kasi Humas Polres Trenggalek Iptu Suswanto.

Dia melanjutkan, namun siapa sangka ucapan dari AW tersebut mengakibatkan pertikaian hingga menyulut amarah KT. Dimungkinkan saking emosinya, KT mengambil palu yang kemudian dipukulkan ke kepala AW. Sontak hal tersebut membuat AW kesakitan hingga berteriak keras dan mengundang animo tetangga untuk datang dan melerai mereka. “Setibanya di lokasi melihat kondisi AW yang kepalanya berdarah, para tetangga langsung melarikannya ke RSUD untuk mendapatkan pertolongan, sedangkan KT masuk ke kamar,” katanya.

Para tetangga yang curiga akan gerak-gerik KT langsung menghampirinya ke kamar dan mencoba mengetuk pintu agar KT mau keluar. Setelah ditunggu, KT tidak mau keluar, kemudian pintu tersebut dibuka paksa oleh tetangga. Ketika pintu terbuka, saat itu KT terlihat mencoba mengakhiri hidupnya sendiri dengan meminum racun hama. Karena kondisi KT sudah lemas, akhirnya para tetangga juga membawanya ke RSUD. Mengetahui kejadian tersebut, polisi langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa kondisi keduanya. Dari situ, hingga kemarin (2/1) kondisi AW telah membaik, sedangkan KT masih mendapatkan perawatan intensif.

Untuk proses hukum akan kejadian tersebut, sementara ini polisi masih belum melanjutkan prosesnya. Sebab, ketika dimintai keterangan terkait hal tersebut, AW enggan memberikan keterangan dan berniat tidak melaporkan kejadian tersebut. Dari situ, sementara ini belum dilakukan visum kepada AW terkait penganiayaan yang telah dialaminya. Sementara ini polisi masih belum mengetahui secara pasti apa motif di balik peristiwa tersebut. Dimungkinkan, hal tersebut terjadi karena AW masih cinta terhadap KT. “Jadi, hari ini (kemarin) kami akan mencari kepastian dengan korban (AW), apakah perkara ini lanjut atau tidak. Sebab, butuh proses jika dilanjutkan, dan itu harus dilakukan segera. Namun, barang bukti masih kami amankan,” jelas polisi dua balok di pundak ini. (jaz/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.