Semakin Dekat dengan Pembaca

Bukan Soal, Ini yang Membuat Guru-Siswa Ndredeg saat ANBK

KOTA BLITAR – Tak ada gading yang tak retak. Peribahasa itu layak disematkan pada situasi pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang SMP dan kesetaraan paket B, kemarin (22/9). Meski sejumlah langkah antisipatif disiapkan, ada saja gangguan teknis yang mewarnai. Namun, itu bukan menjadi kendala serius.

Kemarin adalah hari terakhir pelaksanaan ANBK gelombang kedua. Semua berjalan cukup lancar. Di Kota Blitar, ada 19 lembaga SMP negeri maupun swasta dan dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang mengikuti ANBK.

ANBK tahun ini sudah memasuki tahun kedua. ANBK dilaksanakan dalam rangka mengukur kualitas atau mutu pendidikan di suatu lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Peserta ANBK mulai guru hingga siswa. Itu pun tidak semua siswa mengikuti. Sebab, peserta dari siswa dipilih langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Ada tiga poin yang dinilai dalam ANBK. Yakni, literasi dan numerasi anak didik, survei karakter anak, dan survei lingkungan belajar anak.

Jauh sebelum pelaksanaan ANBK, sekolah melaksanakan simulasi ANBK terlebih dulu. Simulasi tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan sekolah baik dari sarana dan prasarana serta tenaganya. Pada simulasi ANBK itu sempat terjadi gangguan teknis berupa jaringan server yang ngadat. Hal itulah yang membuat ketar-ketir, termasuk saat pelaksanaan ANBK.

Nah, guna mencegah gangguan teknis, sejumlah upaya antisipatif sudah disiapkan. Di antarannya, menyediakan genset hingga modem, memastikan tak ada pemadaman listrik, serta memastikan jaringan internet tidak lemot. ”Sebelumnya, kami sudah koordinasi dengan PLN terkait, tidak ada pemadaman listrik selama ANBK. Kemudian terkait jaringan internet, kami koordinasi dengan diskominfotik,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar Jais Alwi Mashuri kepada Koran ini, Rabu (21/9).

Dispendik memohon kepada PLN agar tidak ada pemadaman listrik selama pelaksanaan ANBK. Ketika listrik padam tentu mengganggu proses ANBK. Meski listrik tak ada pemadaman hingga akhir pelaksanaan ANBK, ada saja gangguan teknis lain yang mewarnai. Salah satunya, gangguan jaringan server. Maklum, ANBK ini digelar serentak di Indonesia. Ketika ada gangguan pada server pusat, maka wajar lantaran banyaknya pengguna.

Seperti yang sempat terjadi di PKBM Tunas Pratama pada hari pertama ANBK, Rabu (21/9). Terjadi gangguan teknis kecil yang dialami peserta ANBK. Di tengah-tengah konsentrasi menjawab soal, tiba-tiba tampilan soal keluar dengan sendirinya. “Jadi logout sendiri. Tetapi bisa diatasi dan siswa melanjutkan menjawab soal,” ungkap salah satu operator kepada Koran ini.

Untungnya, komputer peserta ANBK yang mengalami kendala hanya beberapa. Jika yang mengalami kendala separo lebih atau semua, siswa harus mengulang ujian dari awal. “Ini tadi hanya beberapa. Jadi nggak mengulang. Siswa bisa melanjutkan kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, langkah antisipatif dilakukan oleh SMPN 7 Blitar untuk meminimalisasi gangguan teknis saat ANBK. Di antaranya, menyiapkan genset dan modem. Ketika listrik padam, sekolah sudah siap genset. “Kami juga siapkan modem jika sewaktu-waktu terjadi kendala jaringan internet,” kata Kepala SMPN 7 Blitar, Murdjianto.

Dia mengakui sempat terjadi gangguan pada server pusat di tengah asesmen berlangsung. Saat itu, jaringan server lemot sehingga mengganggu kelancaran ANBK. “Tetapi tak lama, jaringan kembali normal,” tandasnya. (*/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.