Semakin Dekat dengan Pembaca

Bulan Ini Pemkot Blitar Bakal Bagikan Kain Seragam Gratis

KOTA BLITAR – Para pelajar di Bumi Bung Karno mulai bisa tersenyum. Itu setelah dinas pendidikan (dispendik) bakal secepatnya membagikan kain seragam gratis untuk pelajar jenjang TK hingga SMP. Bantuan itu rencananya didistribusikan bulan ini.

Kabid Pembinaan SD Dispendik Kota Blitar Jais Alwi Mashuri menyatakan, meski proses penyaluran segera dilakukan, tetapi masih ada tahap lain yang perlu dilakukan. Yakni, menunggu kain datang dari rekanan. Selanjutnya, tim ahli dari Balai Besar Tekstil (BBT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal memeriksa sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.

“Desember akan kami berikan, sekitar tanggal dua puluhan. Memang prosesnya agak lama. Tapi, kami upayakan segera realisasi,” ungkapnya kemarin (6/12).

Proses pengecekan tersebut nantinya memiliki peran esensial. Sebab, tim ahli bakal melihat kualitas kain. Ini meliputi daya tahan serat kain serta memastikan mutu warna bakal seragam harus awet. Dengan begitu, tidak mudah pudar ataupun luntur saat dicuci.

Apabila proses tersebut rampung, lanjut dia, pihaknya bakal memanggil tiap sekolah di bawah naungan dispendik untuk menerima bakal seragam. Namun, tidak semua tingkatan kelas menerima. Khusus untuk jenjang SD, bantuan tersebut bakal diterima kelas I dan IV. Lalu untuk jenjang SMP, hanya siswa kelas VII yang mendapat bantuan.

Selain itu, ada tiga jenis seragam yang didistribusikan. Yakni, seragam nasional, pramuka, dan batik khas Kota Blitar. Warna dan ukuran kain, sambung dia, akan berbeda tiap jenjang. “Yang jelas lebarnya sama, tapi panjang kain berbeda,” jelas pria berkacamata ini.

Tak hanya seragam, pemkot juga akan memberikan bantuan ongkos jahit. Rinciannya, untuk siswa TK menerima Rp 90 ribu per potong, SD Rp 100 ribu per potong, dan SMP Rp 110 ribu per potong. Proyek pengadaan bantuan kain seragam tahun ini menelan anggaran sebanyak Rp 1,5 miliar.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi berharap agar rencana realisasi bulan ini benar adanya. Sebab, sepanjang semester satu ini para siswa mengenakan seragam yang bukan bantuan. Padahal, bantuan tersebut harusnya terealisasi lebih awal agar dapat meringankan biaya wali murid.

“Kalau memang bulan ini, bagus. Kami tentunya berharap agar segera. Tanpa melewatkan alur pengadaan dan memprioritaskan kualitas,” terangnya.

Sementara soal bantuan ongkos jahit, pihaknya meminta agar dinas mengawal penyaluran bantuan itu. Lalu, orang tua diminta memanfaatkan ongkos tersebut untuk membiayai proses jahit kain. Itu agar bantuan bisa difungsikan sebagaimana mestinya. “Orang tua harus memanfaatkan bantuan dengan baik. Setelah diterima bantuannya, agar segera dijahit,” tandasnya. (luk/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.