Semakin Dekat dengan Pembaca

Cegah HIV, Perawat RSUD Mardi Waluyo Sarankan Puasa Seks Sebelum Menikah

SANANWETAN, Radar Tulungagung – Dalam dunia medis, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga tidak mampu melindungi dari serangan penyakit lain. Sedangkan AIDS merupakan kumpulan dari beberapa gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Artinya yang lebih dulu menyerang yakni HIV. Kemudian barulah AIDS.

Perawat Ahli Madya RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Shulthonah, S.Kep.Ns., mengatakan, virus HIV terdapat dalam darah, cairan sperma, cairan vagina, serta air susu ibu (ASI) dari ibu yang memang sudah terinfeksi HIV. “HIV bisa menular dari hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan,” ujarnya.

Penularan yang lain, yakni kontak langsung dengan darah yang sudah tercemar HIV, misalnya saat transfusi. Menggunakan alat tindik dan tato yang tak steril juga bisa menularkan. Penularan juga bisa dari ibu pengidap HIV yang menyusui anaknya. “Menggunakan jarum suntik bersamaan atau bergantian, bekas pengidap HIV, juga bisa menularkan,” ujarnya.

Bagaimana tanda terinfeksi HIV? Menurut Shulthonah, S.Kep.Ns., tidak ada tanda khusus orang dengan HIV/AIDS (ODHA). HIV berubah menjdi AIDS umumnya butuh waktu antara lima hingga 10 tahun. Selama itu, pengidap HIV terlihat sehat seperti orang lain yang tidak tertular. Meski tampak sehat, tetap bisa menularkan HIV ke orang lain. Nah, ketika sudah menjadi AIDS, berat badan pengidapnya akan turun drastis. Selain itu, diare berkelanjutan, pembengkakan leher ataupun ketiak, serta batuk terus menerus. Biasanya pengidap AIDS akan meninggal dua tahun kemudian.

Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mencegah HIV. Di antaranya puasa tidak berhubungan seks sebelum menikah, setia terhadap pasangan, menggunakan kondom bagi salah satu pasangan yang terinfeksi saat hubungan seksual, dan tidak menggunakan narkoba.

“Selain itu, perbanyak pengetahuan dan iformasi tentang kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS,” jelas wanita berhijab itu. Dia menambahkan, tinggal serumah dengan ODHA tidak menularkan virus. Begitu juga ketika bersentuhan, berpelukan, ataupun jabat tangan dengan ODHA. Berenang bersama juga tidak menularkan virus. Karena itulah, yang perlu diajuhi bukanlah orangnya, melainkan penyakitnya. (wen/c1/dfs)

Leave A Reply

Your email address will not be published.