Semakin Dekat dengan Pembaca

Cerita Catherine Veronica Jawara ISS 2022 Kategori The Best Evening Wear

KOTA BLITAR – Keluar dari zona nyaman bukan perkara mudah. Bagi Catherine Veronica, ada banyak faktor seseorang bisa berprestasi dan menebar kebaikan. Salah satunya, dukungan orang tua dan orang-orang terdekat. Berkat ini pula, dia sukses merengkuh gelar The Best Evening Wear di ajang Indonesian Stars Search 2022.

Masih terpahat jelas bagaimana euforia kemenangan Catherine Veronica di ajang tingkat internasional yang diselenggarakan di Balai Sarbini, Jakarta bulan lalu. Perempuan bertalenta itu sukses mempersembahkan gelar bergengsinya untuk orang tua terkasih. Ini sekaligus momen berharga yang dia dambakan sejak lama. Melihat dua sosok berharga di hidupnya tersenyum semringah.

Trofi di tangan kanan, selempang menghiasi tubuhnya, serta sertifikat dalam bingkai kebahagiaan. Gambaran ini bukan terjadi secara instan. Ada proses panjang yang harus dilalui gadis asal jalan Ciliwung, Kecamatan Kepanjenkidul itu. Terutama saat melawan rasa tegang yang berkecamuk dalam batinnya. Maklum, lawan-lawan yang dihadapi tak bisa dipandang sebelah mata.

“Bagi saya untuk keluar dari zona nyaman yang tingkatnya nasional dan bertemu orang bertalenta dari seluruh Indonesia di panggung final tentu membuat saya nervous,” ujar Vero, sapaan akrabnya.

Ya, tak sedikit kawula muda yang ingin mengambil kesempatan emas unjuk kebolehan di hadapan juri-juri berkompeten. Singkatnya, ajang yang diikuti Vero merupakan kompetisi di bidang model. Ini dikombinasikan dengan kualitas public speaking, wawasan, dan penampilan. Kompetisi ini persis ajang pencarian model intenasional, namun skala anak dan remaja.

Dalam perhelatan akbar tersebut, sosok berusia 15 tahun ini didapuk sebagai perwakilan Jawa Timur. Beban yang dia pikul pun tidak mudah. Selama mengikuti karantina dan seleksi di Jakarta, Vero mengaku tak bisa bersantai-santai. Dia terus teringat pesan mama. Yakni, menunjukkan penampilan terbaik dan percaya diri. Wejangan itu rupanya membuahkan hasil manis. Tak kurang 50 peserta dari penjuru Indonesia mampu disingkirkan.

“Doa orang tua itu mukjizat. Rasa syukur atas segala cinta yang telah diberikan oleh keluarga telah menggambarkan semua perasaan saya. Sungguh ini tidak mudah,” jelas perempuan yang hobi menari itu.

Ada momen berharga lain yang masih dia ingat. Yakni, kala memasuki babak deep interview atau wawancara mendalam. Baginya, ini sangat spesial lantaran mengorek masing-masing motivasi peserta. Lalu, menunjukkan kualitas pola pikir dan kepekaan terhadap generasi muda. Fase ini rupanya yang paling menentukan apakah peserta layak atau tidak untuk melenggang ke babak final.

Persiapanpun dilakukan secara matang. Lantaran pandemi masih mengancam, kesehatan jadi prioritas nomor wahid. Mengonsumsi vitamin dan membiasakan berpikir positif selalu dia terapkan. Praktis, ini membuat kondisi mental lebih stabil. Sehingga lebih mudah berlatih seperti public speaking, catwalk, belajar pengetahuan umum dan kepribadian.

“Harus komplit mulai dari brain, behavior, dan juga beauty dalam penampilan. Saya berusaha menjaga mental dan kualitas jawaban dengan hati-hati agar bisa lolos,” imbuh siswa kelas X SMA Katolik Diponegoro Blitar itu.

Prestasi yang dia raih tak lantas membuatnya mandek. Ada banyak misi yang nantinya dia lakukan. Terutama mengajak anak muda lebih mencintai diri sendiri melalui kegiatan inspiratif. Dia sadar bahwa memberdayakan diri akan sangat berpengaruh di masa mendatang. “Saya ingin lebih baik kedepannya dan ingin membuat mereka bahagia serta bangga,” tandasnya. (*/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.