Semakin Dekat dengan Pembaca

Cerita Gunawan Wibowo, Inisiator Terbentuknya ISSI Kabupaten Blitar

KABUPATEN BLITAR – Perjalanan panjang ditempuh Gunawan Wibowo demi menyumbang prestasi bagi Bumi Penataran. Mengawali kiprahnya dari nol, warga asal Kecamatan Srengat ini mampu mencetak atlet balap sepeda berkelas internasional.

Cuaca terik begitu menyengat saat puluhan pembalap sepeda sedang berlatih kemarin (10/1). Debu-debu beterbangan dari trek BMX yang terbuat dari tanah itu. Dari sisi samping trek di Kelurahan Togogan, Kecamatan Srengat ini, seorang pria memberi instruksi bagi anak asuhnya. Dia adalah Gunawan Wibowo, Wakil Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kabupaten Blitar.

Kecintaannya pada dunia balap sepeda dimulai saat dia mentas dari bangku sekolah. Tepatnya pada 1995 lalu. Masa itu, ada banyak klub sepeda di Kabupaten Blitar. Bahkan, kompetisi antarkampung atau antarklub juga acap kali digelar secara intens. “Untuk wilayah barat terpusat di Srengat. Waktu itu belum ada induk cabor ISSI,” kenangnya.

Meski banyak turun di berbagai ajang, pria ramah ini lebih mengandalkan ilmu yang dia pelajari secara otodidak. Uniknya, tak jarang gelar juara dia raih di usia mudanya.

Kadung cinta dengan hobi barunya, pria kelahiran 7 Mei 1976 ini banyak menghabiskan waktu luang untuk berlatih balap sepeda secara otodidak. Itu dia tekuni hingga pertengahan 2000. Kala itu, animo pegiat balap sepeda mulai turun. “ Saat itu teman-teman mulai fokus pada pekerjaan masing-masing. Saya juga demikian,” akunya.

Kegiatan balap kembali bergeliat lima tahun setelahnya. Tepatnya pada 2005. Gunawan mengatakan, banyak anak muda yang mulai tertarik pada olahraga sepeda. Tak ayal, banyak penghobi baru yang ikut meramaikan berbagai kejuaraan antarklub. Kabar baiknya, kondisi ini terus berlanjut hingga 2011.

Merasa ada potensi besar, Gunawan mulai membangun komunikasi dengan beberapa relasi lamanya. Dari sana muncul wacana untuk membentuk induk cabor di bawah naungan KONI Kabupaten Blitar. Setelah melalui proses administrasi yang cukup memakan waktu, akhirnya terbentuk ISSI Kabupaten Blitar. “Dari sana, banyak kegiatan balap sepeda yang bisa termonitor. Kami juga bisa membuat program pembinaan bagi atlet untuk berkompetisi dengan membawa nama daerah,” kata ayah satu anak ini.

Namun, perjuangannya belum selesai. Proses pelaksanaan program pembinaan di internal ISSI tidak mulus-mulus saja. Ada banyak kendala yang harus dilalui oleh induk cabor. Yang paling kentara soal fasilitas latihan bagi pembalap sepeda.

Adapun satu trek latihan yang disediakan masih terbilang sangat kurang representatif. Mulai dari minimnya halang rintang. hingga rusaknya trek BMX begitu hujan turun jadi “menu harian” bagi para atlet. “Kalau ada kerusakan atau ada perubahan bentuk lintasan, kami lakukan dengan dana swadaya dari anggota. Karena anggaran yang kami terima dari pemerintah juga minim,” tuturnya.

Tak patah arang, pria asli Kabupaten Blitar ini tak henti-hentinya memberi dukungan moral bagi anak asuhnya. Dia menyebut itu jadi pelecut bagi para atlet untuk tetap giat berlatih di tengah keterbatasan. Beberapa tahun berselang, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Satu per satu gelaran tingkat provinsi, nasional, hingga internasional diikuti.

Kabar baiknya, jarang atlet ISSI Kabupaten Blitar absen dari membawa pulang medali. Mulai dari 1 medali perunggu di ajang Porprov Madiun 2013, 1 medali perak dan satu perunggu dari Porprov Banyuwangi 2015, 2 medali perunggu di ajang Porprov Tuban 2019, dan 1 medali emas dan 1 perak dari gelaran Porprov Lumajang 2021. “Ada juga beberapa medali dari kejuaraan tingkat nasional yang digelar KONI maupun dari open tournament,” kata pria yang tinggal di Kelurahan Togogan, Kecamatan Srengat ini.

Namun, yang paling berkesan baginya adalah saat mampu mengantarkan atletnya berlaga di ajang Asian Games 2018. Di event yang digelar di Jakarta-Palembang itu, Wiji Lestari, atlet asal Kabupaten Blitar, berhasil menyabet medali perunggu. Rasa bangga tak bisa disembunyikan Gunawan begitu melihat anak asuhnya mampu meraih prestasi di tingkat internasional ini. “Apalagi, dia membawa nama Kabupaten Blitar dan Indonesia. Kami semua turut bangga bisa mengantar dia di Asian Games,” jelasnya.

Namun, pekerjaan Gunawan belum rampung. ISSI Kabupaten Blitar masih akan dihadapkan dengan berbagai ajang lain. Sayang, sampai saat ini belum tampak adanya perbaikan signifikan pada fasilitas latihan bagi para atletnya. Untuk itu, dia berharap agar hal ini jadi perhatian para pemangku kebijakan. “Atlet itu kan membawa nama daerah. Jadi, harus diperhatikan. Anak-anak sudah sangat semangat latihan. Semoga ini diperhatikan oleh pemerintah dan KONI,” ujarnya penuh harap. (*/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.