Semakin Dekat dengan Pembaca

Cerita Muhammad Ilyas, Jagal Sembelih Ternak Halal Pegang Sertifikat Juleha

KOTA BLITAR – Jalan dan kesuksesan seseorang tidak musti sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Misalnya, Muhammad Ilyas, pria lulusan pendidikan guru agama yang banting setir menjadi tukang sembelih ternak. Bahkan, dia meraih sertifikat juru sembelih halal (juleha). dan menjalani pekerjaannya dengan ikhlas hingga berhasil membiayai kuliah putranya.

Pagi hingga malam, pria dengan rambut beruban itu tampak sibuk beraktivitas. Suara asahan belati terdengar nyaring di ujung ruang pemotongan hewan ternak, hingga sebilah pisau sepanjang 30 centimeter itu terlihat mengkilap dan tajam. Pria itulah Muhammad Ilyas, 65.

Banyak yang mengira, menyembelih sapi itu gampang. Faktanya, tak semudah membalikkan telapak tangan. Pria yang akrab disapa Ilyas itu saat ini mengantongi sertifikat juru sembelih halal alias juleha. Ada beragam ketentuan yang harus dipatuhi sebelum menyembelih hewan ternak. Salah satunya, pantang mengulang tindakan menyembelih di leher sapi lebih dari sekali.

“Boleh tiga sampai empat kali dengan dua arah. Tapi kalau pisau yang awalnya melekat di leher sapi lalu diangkat dan dilekatkan lagi, hukumnya haram,” ujarnya.

Bukan hanya itu. Tak jarang dia masih menemukan tukang sembelih yang tidak melakukan penyembelihan sesuai ketentuan agama Islam. Misalnya, sapi yang belum mati, masih disembelih berkali-kali. Sebenarnya itu termasuk haram.

Nah, di balik kepiawaiyannya menyembelih hewan ternak di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Wlingi, Ilyas rupanya memiliki selembar sertifikat juleha. Dia layak mendapat kertas berharga itu lantaran sudah mengikuti pelatihan kiat penyembelihan secara halal. Sertifikat itu didapatnya pada 2017 silam di Malang.

Selama menjalani pembekalan, Ilyas menyerap ilmu bermanfaat. Baik dari dinas peternakan, MUI, hingga pihak terkait lainnya. Pelatihan saat itu berlangsung sepekan. Meski singkat, namun sarat makna. Yakni, bagaimana menyembelih sesuai standar agama dan pemerintah.

“Itu diklat sangat bermanfaat, saya senang. Ternyata ada banyak aturan dan cara potong sapi yang baik. Alhamdulillah, sekarang bermanfaat,” ujar warga Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi itu.

Sudah lima tahun menjadi juleha, namun Ilyas masih tak menyangka. Sebab, awalnya dia berasal dari bangku pendidikan guru agama (PGA). Kemudian, melanjutkan studi menempuh jurusan pertanian. Nah, setelah itu sempat kebingungan. Rupanya, rejeki tak akan kemana. Mau lintas pendidikan pun, takdir Sang Khalik memang mutlak.

RPH Wlingi menjadi saksi bisu perjalanan tangguh Ilyas. Dia yang awalnya menjadi tenaga keamanan, kini menjelma menjadi sosok berpengaruh, utamanya dalam hal penyembelihan hewan. Lima tahun menjadi juleha, Ilyas tak pernah mengeluh akan profesinya. Bahkan, dia bangga lantaran bisa mengantarkan anaknya menuntaskan pendidikan di bangku perguruan tinggi.

“Bersyukur, ini nikmat yang tak terkira, Mas. Saya tidak menyangka bisa membiayai anak nomor dua saya, sampai lulus kuliah di Jember,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, ada sisi lain yang membuatnya konsisten menjalankan profesi tersebut. Menurut dia, apa yang dipelajari selama diklat sangat sesuai dengan pekerjaannya sekarang. Ilmu yang menggunung, diajarkan ke warga kampung. Menjadi juleha juga membuatnya senang lantaran bisa membantu masyarakat yang ingin menyembelihkan ternak. Sungguh, profesi kejutan yang dibanggakan. (*/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.