Semakin Dekat dengan Pembaca

Cerita Tim Free Fire Kabupaten Blitar Raih Emas di Ekshibisi Porprov

KABUPATEN BLITAR – Perjuangan tak mudah dilalui tim Free Fire Kabupaten Blitar. Berbagai kendala dilalui, sebelum akhirnya tim ini bisa meraih prestasi mentereng di ajang ekshibisi Porprov VII Jatim di medio tahun ini.

Tak pernah terlintas dalam benak M. Fikri Difatama Arviansyah dan kolega bakal meraih medali emas di event bergengsi. Sebelumnya, Fikri dan ketiga rekannya hanya tetangga yang kebetulan sering nongkrong bareng. Uniknya, mereka punya kegemaran yang sama. Yakni, bermain game ponsel, Free Fire.

Itu cerita di awal tahun ini. Karena sudah lama bermain dalam satu tim, mereka kompak mengikuti berbagai turnamen online maupun offline di Blitar dan sekitarnya. Tak sedikit pula titel juara yang mereka raih. “Dan alhamdulillah, saya dan anak-anak bisa punya uang jajan tambahan setelah juara di berbagai turnamen,” kata mahasiswa semester I di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung itu.

Singkat cerita, tim yang dia bentuk harus bubar. Sebab, tiap anggota berniat untuk fokus di kegiatan masing-masing. Hingga pada pertengahan Juni lalu, Fikri menerima kabar jika multievent terakbar se-Jatim, porprov, bakal digelar dalam waktu dekat. Cabang electronic sport (e-sport) terpilih sebagai salah satu cabor yang dipertandingkan dalam laga ekshibisi. “Iya. Karena e-sport baru diakui sebagai cabor prestasi. Jadi, tahun ini masih eskshibisi di porprov. Kalau tahun depan, e-sport bisa bertanding di main event (event utama, Red),” jelasnya.

Tak butuh waktu lama bagi remaja yang tinggal di Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, ini untuk membentuk tim anyar. Berbekal relasi yang luas, dia berhasil menggaet tiga pemain dari wilayah Bumi Penataran. Namun, tim anyar ini tidak punya banyak waktu untuk melakoni persiapan.

“Kita baru terbentuk pada H-7 kualifikasi ekshibisi porprov di Jember tahun ini. Jadi, dalam waktu sepekan itu kita manfaatkan untuk membentuk chemistry antarpemain. Nah, saat ini kita mulai berlatih dengan fasilitas yang seadanya,” bebernya.

 

Dari sana, tim ini mulai dikontak oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar. Lembaga induk keolahragaan mengaku siap menggaet sejumlah sponsor untuk memenuhi kebutuhan tim Free Fire yang akan membawa nama Kabupaten Blitar di laga kualifikasi porprov.

“Tapi, saat ini kan nominal dari sponsor mungkin belum begitu besar. Jadi, hampir setiap hari kita latihan di warung kopi (warkop) di wilayah Garum. Padahal, idealnya tim e-sport itu latihan di gaming house,” ujarnya.

Hingga tiba hari pelaksanaan kualifikasi, sebanyak 33 tim di nomor Free Fire se-Jatim ambil bagian di laga ini. Hasilnya, di luar dugaan, tim Free Fire Kabupaten Blitar manjadi satu dari 12 tim yang dipastikan lolos ke laga ekshibisi Porprov VII Jatim. “Karena memang hanya diambil 12 tim. Kualifikasi digelar secara online. Nah, kita bermain di warkop langganan kita di Garum,” kata Fikri lagi.

Tim hanya punya waktu sekitar satu bulan untuk bersiap menghadapi gelaran ekshibisi porprov. Pasalnya, ajang itu mulai digulirkan pada Juni lalu. Nah, waktu yang singkat ini coba dimanfaatkan Fikri dkk untuk banyak menggelar sesi latihan dengan mengikuti berbagai turnamen lain di tingkat lokal.

Singkat cerita, tiba hari laga ekshibisi Porprov di Jember, total ada enam pertandingan yang harus dilalui masing-masing tim peserta. Tim Free Fire Kabupaten Blitar harus memastikan diri untuk mengumpulkan poin tertinggi dari 12 tim yang ambil bagian. Hasilnya, kembali tim ini membuat kejutan dengan menumbangkan sejumlah tim unggulan di Jatim.

“Di pertandingan pertama sampai ketiga, tim Bangkalan selalu unggul. Nah, kita mulai bangkit di pertandingan keempat sampai keenam. Saat dilakukan akumulasi, ternyata kita memperoleh poin tertinggi dan menjadi juara,” sebut anak pertama dari dua bersaudara ini.

Itu membuat Fikri dkk meraih medali emas. Jelas hal ini membuat masing-masing anggota girang bukan main. Namun, sebagai kapten tim, Fikri berpesan kepada rekannya untuk tetap fokus. Sebab, tahun depan timnya bakal kembali menbawa nama Kabupaten Blitar. Yakni, di event utama Porprov VIII Jatim. “Itu jadi impian kami. Apalagi tahun depan kan sudah tanding di event utama. Kami bakal berusaha untuk kembali meraih medali emas,” tegasnya.

Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Electronic Sport Indonesia (ESI) Blitar, M. Taufan Perdana mengaku, saat ini pihaknya juga mulai gencar mencari sponsor. Itu dalam upaya pemenuhan segala kebutuhan atlt e-sport di masing-masing nomor. Khusus untuk nomor Free Fire, pria berkacamata ini optimistis timnya bakal menggondol medali emas. “Karena potensinya ada. Tim ini sudah sering juara di turnamen lokal. Lalu, bisa juara di ekshibisi porprov. Kami kembali targetkan mereka untuk dapat emas,” kata pria ramah ini. (*/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.