Semakin Dekat dengan Pembaca

Ciki Ngebul Picu Kerusakan Organ Tubuh ?, Ini Penjelasan Ahli Gizi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

KABUPATEN BLITAR – Fenomena keracunan jajanan ciki ngebul yang dialami tujuh siswa SD di Jawa Barat beberapa waktu lalu menuai sorotan publik. Tak terkecuali masyarakat di Bumi Penataran. Ahli gizi menyebut, jajanan yang mengandung nitrogen itu berbahaya bagi tubuh.

Ahli Gizi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Triana Zanu Indarti, mengaku terkejut dengan tren makanan kekinian itu. Padahal, menurut kaca mata medis, nitrogen merupakan zat kimia dan berbahaya bagi tubuh. Ketika dikonsumi berpotensi memicu reaksi buruk. “Kok bisa ya mengolah makanan dengan menggunakan bahan yang berbahaya. Padahal, nitrogen itu bahan kimia,” ujar Triana kemarin (12/1).

Untuk diketahui, nitrogen merupakan gas inert. Sifatnya tidak berbau dan tidak berwarna. Sejatinya, senyawa kimia ini penting untuk pertumbuhan tanaman dan merupakan tambahan utama dalam pupuk.

Selain itu, nitrogen biasanya berwujud cair dan gas. Nitrogen cair digunakan sebagai zat pendingin yang mampu membekukan makanan dan subjek dalam penelitian medis. Namun, lanjut Triana, zat tersebut tetap tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara langsung. ”Jika dikonsumsi jangka panjang, fungsi organ dalam berpotensi turun. Saat pengembalian racun, maka ginjalnya bisa kena,” terangnya.

Dia meminta masyarakat tetap selektif memilih bahan makanan yang tepat gizi. Artinya, mendukung kesehatan dan kebugaran tubuh. Termasuk mengonsumsi karbohidrat, protein, serat, hingga mineral yang seimbang. “Sejauh ini kalau dari BPOM belum mengeluarkan informasi mengenai jajanan bernitrogen itu. Sementara Kemenkes sudah. Sifatnya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar dr Christine Indrawati menjelaskan sudah mendapat surat edaran (SE) dari Kemenkes untuk peningkatan kewaspadaan di daerah. Apabila ada fenomena keracunan dengan riwayat konsumsi jajanan mengandung nitrogen cair harus segera ditindaklanjuti.

Selaras dengan SE tersebut, lanjut dia, orang tua harus memantau jajanan yang dikonsumsi anak. Terlebih, ciki ngebul itu dikemas menarik dengan nuansa warna-warni. Sensasi berasap juga jadi pemikat anak untuk membelinya. “Jika masyarakat mengetahui adanya dugaan keracunan, segera laporkan ke faskes, puskesmas, dan diteruskan ke kami,” terangnya.

Sekadar diketahui, Kemenkes menyebut bahwa penambahan nitrogen cair pada produk pangan siap saji yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) bisa memicu gangguan kesehatan. Misalnya, radang dingin dan luka bakar pada jaringan lunak seperti kulit.

Tak hanya itu, seseorang yang terlalu banyak menghirup uap yang dihasilkan oleh makanan dan minuman mengandung nitrogen cair berpotensi menimbulkan sesak napas yang cukup parah. Kemudian, mengonsumsi nitrogen cair juga dapat membuat tenggorokan terasa terbakar. Bahkan, tidak sedikit kasus terparah yang menunjukkan bahwa ice smoke dapat memantik kerusakan internal organ tubuh. “Kami masih menunggu seperti apa respons BPOM. Sementara dari SE ini, masyarakat diminta waspada. Konsumsi yang sehat-sehat saja,” tandasnya. (luk/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.