Semakin Dekat dengan Pembaca

Cuaca Tidak Menentu, Anomali Iklim di Trenggalek Masih Berlangsung

TRENGGALEK -Belakangan ketika tiba siang hari, sinar matahari terasa menusuk-nusuk kulit. Suhu pun terasa lebih panas daripada biasanya. Namun uniknya, biarpun cuaca panas, kadang juga turun hujan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Tri Puspitasari mengungkapkan, Kota Alen-Alen sedang mengalami anomali iklim. Ketika merujuk dari rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), anomali iklim berbeda dengan pancaroba (perubahan iklim, Red). Anomali iklim bisa muncul karena laut mengalami peningkatan suhu menjadi lebih hangat. Fenomena ini kemudian mengakibatkan kemunculan hujan saat cuaca sedang panas.

Selain itu, pemicu anomali iklim ini karena adanya fenomena gelombang La Nina lemah yang kemudian Indian Ocean Dipole (IOD) negatif. “Anomali iklim yang seharusnya kemarau, tapi hujan akibat suhu laut Indonesia hangat,” ucapnya.

Hujan saat anomali iklim bisa turun saat siang hari atau malam. Biasanya intensitas hujan itu tidak terlalu tinggi, cenderung intensitas sedang. “Dari suhu itu menjadi peningkatan curah hujan di musim kemarau, termasuk di wilayah Trenggalek,” ungkapnya saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp.

Namun ketika melihat musim, Pipit mengaku musim kemarau akan mencapai puncak antara Agustus-September 2022. “Puncaknya di bulan 8-9, karena ada anomali iklim siang yang biasanya panas, lalu malamnya berpotensi diguyur hujan sedang,” ujarnya. (tra/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.