Semakin Dekat dengan Pembaca

Dampak Mutasi Pegawai Kabupaten Blitar Berkepanjangan ?, hingga Muncul Surat Kaleng

KABUPATEN BLITAR – Dampak mutasi jabatan pekan lalu tampaknya belum sepenuhnya hilang. Indikasinya, kemarin (9/1) kantor Jawa Pos Radar Blitar terima surat kaleng berisi tentang hal-hal privat di lingkungan pendapa Kabupaten Blitar.

Diduga surat tersebut dibuat oleh orang yang tidak terima dengan keputusan mutasi tersebut. Indikasinya, penulis surat tahu kondisi di pendapa Ronggo Hadi Negoro (RHN). Bahkan, dijelaskan pula peran hingga akomodasi orang-orang di sekitar bupati.

“Tidak hanya njenengan, saya tadi juga ditanya teman-teman media soal surat kaleng itu,” kata Wakil Bupati Rahmat Santoso, kepada Koran ini.

Surat tersebut dikirim dari luar daerah, yakni Yogyakarta. Tidak ada alamat lengkap pengirim, diakhir tulisan tertanda Penyelamat Kabupaten Blitar, Bahar Alawi.

Ada beberapa poin yang ditulis, di antaranya soal orang-orang yang beraktivitas di lingkungan pendapa RHN berikut fasilitas yang digunakan. Selain itu, juga dituliskan soal beberapa tugas yang dikerjakan. Misalnya penataan kegiatan fisik hingga memilih pegawai untuk mendukung program pemerintah.

Wabup Rahmat mengatakan surat kaleng bukan hal yang aneh. Menurut dia, itu bagian dari cara masyarakat menyampaikan uneg-uneg. Hanya saja, pihaknya menduga surat tersebut tidak dibuat oleh orang luar. Sebab, menurutnya sedikit banyak ada yang sesuai dengan kondisi yang ada di lingkungan pendopo. “Gak mungkin orang luar nulis seperti itu. Sampai makan minimum di pendopo juga disebutkan. Mungkin surat itu dibuat oleh orang yang sakit hati karena mutasi,”katanya.

Wabup mengatakan, tidak ada urusan dengan utak-atik pegawai atau pejabat di lingkup Pemkab Blitar. Kendati begitu, pihaknya juga tidak menampik sempat berang saat seorang pegawai tepatnya ajudan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar digeser. “Kalau soal Riana sudah beres kok, tidak ada masalah lagi,” tuturnya.

Hanya saja, pihaknya juga tidak bisa memastikan semua pejabat yang dirotasi awal tahun lalu legawa. Maklum, dalam penataan pegawai tidak hanya promosi namun ada juga pegawai yang tidak nyaman saat ditempatkan di lokasi baru.

Sebelumnya, dalam mutasi pegawai awal tahun lalu, Bupati Rini Syarifah mengatakan rotasi dan mutasi adalah hal yang wajar dalam pemerintahan. Dia juga mengungkapkan, mutasi ini juga dalam rangka penyesuian struktur organisasai dan tata kerja (SOTK) baru. “Dengan mutasi dan promosi ini harapannya program dan kegiatan yang terencana pada masing-masing perangkat daerah bisa berjalan lancar sesuai aturan yang berlaku. Karena kita butuh percepatan,” ujarnya.

Bupati juga berharap kepada para pegawai yang dilantik tersebut bisa mengemban amanah dan bersinergi untuk mewujudkan visi Kabupaten Blitar yang mandiri dan sejahtera berlandaskan akhlak mulia baldatun toiyyibatun warobbun ghofur. (hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.