Semakin Dekat dengan Pembaca

Dampak Pemulihan Ekonomi Pascapandemi, Penduduk Miskin Kota Blitar Turun 0,52 Persen

KOTA BLITAR – Angka kemiskinan di Kota Blitar pada 2022 turun. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar per Desember 2022, jumlah penduduk miskin per Maret 2022 berkurang menjadi 10,65 ribu jiwa dari 11,33 ribu jiwa pada periode yang sama, Maret 2021.

Ada penurunan sekitar 0,68 ribu jiwa atau 6 persen. Sementara berdasarkan persentase, penduduk miskin di Kota Blitar turun sebesar 0,52 persen menjadi 7,37 persen, dari 7,89 persen pada Maret 2021. ”Faktor turunnya angka kemiskinan di Kota Blitar dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya, perekonomian yang mulai pulih pascapandemi Covid-19,” kata Kepala BPS Kota Blitar Bambang Indarto kepada Koran ini, kemarin (18/1).

Selain faktor pemulihan ekonomi, kata Bambang, juga realisasi penyaluran berbagai jenis bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Khususnya saat situasi pandemi. “Kemudian, turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 1,22 persen dari 6,61 persen pada Agustus 2021, menjadi 5,39 persen pada Agustus 2022,” jelas pria berkumis ini.

Data BPS Kota Blitar menyebut, tingkat kemiskinan di kota cenderung menurun dalam beberapa tahun tertentu. Namun, di beberapa tahun tertentu mengalami kenaikan. Seperti pada 2003, jumlah penduduk miskin sebesar 15,30 ribu jiwa dan pada 2022 menjadi 10,65 ribu jiwa. Turun sebesar 4,65 ribu jiwa.

Namun, jika dibandingkan dengan tingkat penurunan kemiskinan di daerah tetangga se-eks Karisidenan Kediri, Kota Blitar menduduki peringkat tiga terbawah. Di bawahnya, ada Kota Kediri dan Kabupaten Tulungagung. Sementara penurunan kemiskinan tertinggi terjadi di Kabupaten Trenggalek, yakni mencapai 1,18 persen.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Blitar, Ahmad Tobroni mengungkapkan, turunnya angka kemiskinan di kota membuktikan bahwa program kesejahteraan maupun program pengentasan kemiskinan berjalan efektif. Program itu di antaranya penyaluran bansos hingga pemberdayaan serta pelatihan UMKM kepada masyarakat. ”Pelaksanaan program-program tersebut hasil dari kolaborasi beberapa OPD terkait,” ungkapnya.

Pemkot, lanjut dia, terus memaksimalkan pelaksanaan sejumlah program di bidang kesejahteraan maupun program pengentasan kemiskinan. Beberapa program bansos dari pemkot terus berlanjut, seperti rastrada serta pemberian beasiswa bagi mahasiswa asal Kota Blitar. “Kemudian juga pelatihan-pelatihan, baik kepada pelaku UMKM maupun kelompok masyarakat tertentu,” jelasnya.

Terkait program rastrada tahun ini, jumlah sasaran penerima bakal dipastikan turun. Itu setelah banyak penerima yang mengundurkan diri ketika dinas sosial (dinsos) melakukan labelisasi penerima bansos di rumah warga penerima. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tingkat kemiskinan di Kota Blitar berangsur menurun. “Itu jadi salah satu indikatornya,” tandas Tobroni. (sub/c1)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.