Semakin Dekat dengan Pembaca

Dapat Undangan Presiden, Letda Asal Boyolangu Ini Sempat Jualan Jagung Rebus

BOYOLANGU, Radar Tulungagung – Usaha keras Hafid Bahtiar, putra pasangan Mujani dan Suprihatin, kini berbuah manis. Warga Boyolangu, Tulungagung, itu kini masuk dalam jajaran prajurit TNI lewat akademi militer pada tahun 2014 silam.

“Niatan saya kuat ketika masuk SMA agar bisa mengangkat derajat dan membahagiakan orang tua,” tandas pria berpangkat letnan dua (letda) ini.

Untuk mewujudkan tersebut, Hafid Bahtiar fokus untuk kebugaran tubuh. Olahraga renang dan basket jadi pilihan saat SMA. Apalagi memiliki tinggi badan 185 cm merupakan modal baik untuk meraih cita­cita sebagai tentara.

Setiap ada waktu, pemuda kelahiran 1994 itu selalu membantu orang tuanya berjualan gorengan dan bakso. Bahkan sempat ikut jualan jagung dan kacang rebus.

“Waktu itu masih SMA. Dapat upah Rp 10 ribu tiap malam. Hasilnya di tabung untuk keperluan masa depan,” tandas alumni SMAN 1 Campur Darat ini.

Usai lulus SMA, ada pengumuman penerimaan prajurit TNI. Kesempatan tersebut langsung diambilnya. Namun di akhir tes pantukir tingkat Jawa Timur, tidak lolos. Meski tidak lolos, niatan untuk masuk TNI ini tak luntur.

“Alhamdulillah setelah ikut dua kali tes berhasil. Terharu waktu pengumuman,” ungkapnya.

Hafid tak pernah melupakan otang tuanya yang selalu memberikan dukungan ketika tes hingga datang ke Istana Negara saat mendapat undangan dari Presiden Joko Widodo. (jar/dfs)

Leave A Reply

Your email address will not be published.