Semakin Dekat dengan Pembaca

Darurat Bencana di Blitar Sampai 15 Desember

KABUPATEN BLITAR – Pusat penanganan dampak bencana alam di Bumi Penataran kini tidak lagi di Kantor Kelurahan Sutojayan. Pemerintah menggeser posko tanggap darurat tersebut di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Itu dinilai lebih efektif untuk penanganan menyeluruh kebencanaan. Sebab, status darurat bencana berlaku sampai pertengahan Desember mendatang.

“Kami tegaskan, posko bencana di Kelurahan Sutojayan itu bukan hanya untuk wilayah Sutojayan, tapi untuk menangani bencana di seluruh Kabupaten Blitar,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Ivong Berrtyanto.

Kelurahan Sutojayan sebelumnya dipilih karena dampak cuaca buruk yang ada di Kecamatan Sutojayan merupakan yang terparah dan paling banyak warga terdampak. Kini, banjir yang menggenangi lokasi ini sudah surut. Warga terdampak juga sudah kembali ke rumah masing-masing. Karena itulah, per 20 Oktober, posko bencana digeser ke Wlingi, yakni Kantor BPBD Kabupaten Blitar.

“Sebelumnya, meski posko ada di Sutojayan, kami juga fokus penanganan dampak bencana di wilayah lain yang terdampak cuaca buruk,” kata Ivong.

Posko ini, lanjut Ivong, akan tetap didirikan setidaknya sampai pertengahan Desember mendatang. Itu sesuai surat keputusan bupati terkait status darurat bencana alam di Kabupaten Blitar. Yakni, berlaku mulai 17 Oktober hingga 15 Desember 2022 atau sekitar 2 bulan.

Menurut dia, ada beberapa pertimbangan pemerintah menetapkan lamanya status darurat bencana alam ini. Salah satunya, kondisi riil di lapangan yang notabene banyak wilayah terdampak bencana sejak 17 Oktober lalu. Di sisi lain, hal ini juga merujuk prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan cuaca buruk hingga beberapa pekan ke depan di seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Blitar.

“Sejalan dengan hal itu, posko bencana ini tidak hanya seminggu, tapi juga disesuaikan dengan kondisi lapangan dan penetapan darurat bencana pemerintah,” imbuhnya.

Untuk diketahui, posko tanggap bencana di Kelurahan Sutojayan hanya berlaku selama empat hari. Yakni, tanggal 17-20 Oktober. Sebelumnya, ada ratusan warga yang mengungsi di kelurahan ini. Namun, tiga hari pascabanjir, mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. (hai/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.