Semakin Dekat dengan Pembaca

Daya Investasi Di Sektor Wisata Trenggalek Lesu? Begini Penjelasan Plt Kepala DPMPTSP

TRENGGALEK – Dari tahun ke tahun, kecenderungan investasi di Trenggalek mulai merata. Sementara di antara sektor investasi, sektor wisata adalah ladang investasi yang potensial karena belum dikembangkan secara optimal.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Trenggalek Edi Santoso menyebutkan, ada lima sektor investasi yang mendominasi di Trenggalek.

Yakni sektor perdagangan, perindustrian (pengolahan), pertanian, ESDM (Pertamini/Pertashop), serta Kesehatan.

Selama 2021-2022, kata Edi, sektor perdagangan sempat mengalami kelesuan karena capaian anggaran mengalami penurunan, dari Rp 149 miliar (M) menjadi Rp 141 M.

Sedangkan penurunan itu merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Biarpun di sektor perdagangan menurun, ternyata sektor-sektor investasi lain mengalami peningkatan.

“Persebarannya kini kian merata. Jadi, selain meningkat, persebaran antar sektor jadi lebih proporsional,” kata dia.

Edi, -sapaan akrabnya mengaku, potensi sektor investasi kepariwisataan di Trenggalek masih terbuka lebar.

Biarpun sektor itu juga sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19, sektor itu punya ruang gerak yang sangat besar.

“Misal pertanian itu pertumbuhannya mulai mature agak berat. Tapi pariwisata masih sangat besar peluangnya,” ujar mantan Camat Watulimo ini.

Potensi investasi di sektor kepariwisataan berimplikasi dengan ekspansi wisata di tingkat desa (Seratus Desa Wisata atau Sadewa, Red).

Dalam pandangan Edi, ketika instansi, komunitas, dan masyarakat, berjalan beriringan untuk mengembangkan Sadewa, maka potensi pertumbuhan ekonomi di desa juga semakin terlihat.

Sebagai perwakilan dari instansi, Edi mengakui bahwa Bupati Trenggalek telah memberikan arahan untuk mengawal perkembangan program Sadewa pada 2023, agar berjalan sesuai dengan perencanaan.

“Di samping objek, atau destinasi wisata besar. Yang dikelola oleh pemerintah daerah, atau berbagai komunitas. Ini juga tetap kita kawal pertumbuhannya,” jelasnya.

Dikonfirmasi berbeda, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin sempat menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar berkonsentrasi mendukung start up pada pekerja-pekerja informal.

“PR kepada OPD semua, itu bagaimana kita membuka ruang kepada pekerja informal dalam mendukung start up bisnisnya,” tegasnya. (tra/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.