Semakin Dekat dengan Pembaca

Demam Lato-Lato, Pedagang Mainan Ketiban Untung

KOTA BLITAR – Permainan lato-lato kini menjadi trending. Mulai anak-anak hingga orang dewasa tak luput memainkannya.

Kondisi tersebut membawa berkah bagi penjual mainan di sekitar Alun-Alun Kota Blitar. Sebagian dari mereka ramai-ramai menjual mainan lato-lato. “Kalau saat ini saya hanya menjual mainan lato-lato karena banyak diminati oleh anak-anak,” ungkap salah satu pedagang mainan, Tiyo, kepada koran ini kemarin (11/1).

Ada berbagai macam lato-lato yang dijual. Salah satunya, lato-lato yang memiliki lampu dan bisa menyala ketika dimainkan. Tiyo menjualnya mulai harga Rp 10-15 ribu. “Untuk yang Rp 15 ribu itu lato-lato yang bisa menyala saat malam hari,” ujarnya.

Baginya, demam lato-lato membawa berkah. Dia mendapat keuntungan lumayan dari penjualan tersebut. Keuntungan yang diperoleh mencapai Rp 2-5 ribu setiap satu lato-lato.

Bagi orang awam, lato-lato cukup sulit untuk dimainkan. Karena itu perlu latihan sampai mahir memainkannya. Untuk memainkannya, seseorang cukup membenturkan kedua bola yang sudah dikaitkan dengan tali menggunakan satu tangan. Lato-lato lantas digerakkan ke atas dan ke bawah hingga menimbulkan suara yang keras. Suara itulah yang menarik perhatian orang di sekitar.

Pada dasarnya, lato-lato sama halnya dengan permainan anak-anak pada umumnya. Seperti layang-layang, kelereng, dan lainnya. Namun, yang menjadi perbedaan, lato-lato mampu menarik perhatian. Tidak hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa.

Tiyo mengimbau agar memainkan lato-lato dengan hati-hati. Sebab, jika mengenai tangan cukup sakit. Khusus bagi anak-anak, ketika bermain harus diawasi oleh orang tua. ”Ortu tetap harus waspada. Jangan sampai dibiarkan bermain sendiri. Dampingi ketika bermain,” tandasnya. (mg2/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.