Semakin Dekat dengan Pembaca

Di Kecamatan Tugu, Lima Sapi Terinfeksi Cacing Hati 

TRENGGALEK – Dinas Peternakan (Disnak) Trenggalek menemukan lima kasus sapi cacingan saat pelaksanaan kurban, kemarin (10/7). Disnak memastikan daging sapi masih bisa dikonsumsi, kecuali organ yang telah terinfeksi cacing.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disnak Trenggalek Nurkholik membenarkan bahwa temuan cacing pita berdasarkan laporan dari petugas yang melaksanakan monitoring di lokasi kurban. Lokasi tersebar di berbagai wilayah, meliputi rumah potong hewan (RPH) milik pemerintah maupun milik warga. “Berdasarkan laporan, ada 5 ekor sapi yang terinfeksi cacing pita,” ungkapnya.

Dari informasi yang didapat, laporan cacing hati itu berasal dari Kecamatan Tugu. Menurut Kholik, pihaknya telah menerima laporan dan segera melakukan penindakan.

Kholik mengaku, sapi-sapi yang terinfeksi cacing masih layak dikonsumsi, asalkan hati sebagai organ yang terinfeksi harus dibuang. Selain itu, pihaknya menekankan agar masyarakat mengolah daging sapi secara matang-matang. “Untuk bagian organ sapi yang lain, itu masih bisa dikonsumsi,” sambungnya.

Di sisi lain, biarpun penyakit mulut dan kuku (PMK) telah mewabah di Kabupaten Trenggalek, pelaksanaan kurban pada Hari Raya Idul Adha (kemarin, Red) aman dari PMK. Indikasinya, disnak tidak menemukan satupun kasus hewan kurban yang terinfeksi PMK. “Aman dari PMK, karena sebelum hari H sudah ada petugas yang memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban. Selain itu, syarat hewan kurban juga harus sehat,” ujarnya.

Sementara itu, perkembangan data paparan virus PMK di Trenggalek mencapai 1.500 lebih. Dengan temuan kasus yang demikian banyak, stok antibiotik dan vitamin hewan telah lama habis. Sementara pemkab melalui disnak tengah berupaya untuk memesan antibiotik dan vitamin lansung ke pabrik. Namun, upaya itu belum menunjukkan hasil yang realistis. (tra/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.