Semakin Dekat dengan Pembaca

Dipanggil Sidang oleh DKPP RI, Begini Kata Ketua Bawaslu Trenggalek…

TRENGGALEK – Laporan Teguh Hadi Widodo ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI jika Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Trenggalek diduga melanggar kode etik menunjukkan progres pasti.

Terbaru, DKPP telah melayangkan surat panggilan ke Bawaslu Trenggalek untuk menyampaikan kesaksian.

Sebagaimana diketahui pelayangan surat DKPP itu berisi tentang Panggilan sidang dengan Nomor 001/PS.DKPP/SET-04/1/2023.

Pertimbangan DKPP yakni untuk kepentingan sidang pemeriksaan dan memerlukan beberapa orang untuk dimintai keterangan.

Sidang yang akan digelar pada 12 Januari 2022 itu beragendakan ‘Mendengarkan pokok pengaduan dari Pengadu, jawaban Teradu dan mendengarkan keterangan Saksi’.

Selain itu di dalam lampiran Pengaduan Nomor 44-P/L-DKPP/XI/2022, dengan Nomor Perkara 45-PKE-DKPP/XIII/2022, identitas pengadu dan pelapor adalah Teguh Hadi Widodo.

Sedangkan pihak-pihak teradu atau terlapor meliputi Ahmad Rokhani, Farid Wajdi, Rusman Nuryadin, M. Triono Alfata, Prayogi, serta Ahmad Kolis.

Menanggapi surat panggilan sidang DKPP RI, Ketua Bawaslu Trenggalek Ahmad Rokhani menjanjikan bahwa semua komisioner bawaslu akan mentaati hukum dan prosedur.

Artinya, apabila ada masyarakat yang mengadukan terkait penyelenggara pemilu, maka bawaslu akan mematuhi hukum. “Harus, namanya juga kita itu penegak hukum, keadilan pemilu, kata Rokhani kemarin (6/1).

Sementara pelaksanaan sidang pada 12 Januari 2023 rencananya daring (dalam jaringan, Red) menggunakan aplikasi Zoom.

Untuk kini, kata Rokhani, bawaslu masih proses pengkajian materi untuk menjawab pernyataan-pernyataan dari pihak pelapor.

“Ada berapa substansi materi, ini masih kita pelajari dengan teman-teman. Karena kita itu sifatnya kolektif kolegial, sehingga tiap keputusan itu merupakan produk dari kami berlima,” jelasnya.

Di sisi lain, pihak bawaslu rencananya akan menyampaikan pernyataan jawaban sesuai apa yang telah dilaksanakan.

“Sampai hari ini kami tetap menganggap, apa yang kami jalani itu sudah sesuai dengan prosesdur,” ucapnya.

Berkaitan apa yang sudah dilaksanakan atau belum itu telah memenuhi prosedur atau tidak, pentolan Bawaslu Trenggalek itu akan menyerahkan keputusan kepada majelis hakim.

“Majelis yang menilai apakah kami ini kira-kira seperti yang dituduhkan oleh pengadu, biar majelis yang menilai. Kan nanti pasti ada bukti-bukti atau fakta-fakta di persidangan,” jelasnya. (tra/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.