Semakin Dekat dengan Pembaca

Diprediksi 4 Ribu Penumpang Padati Terminal Tipe A Gayatri saat Libur Nataru

TULUNGAGUNG – Menjelang hari libur panjang Natal dan Tahun Baru 2023, diprediksi terminal tipe A Gayatri akan memberangkatkan dan menerima 4 ribu lebih penumpang. Maka untuk mengantisipasi kecelakaan, pihak terminal dan Polres Tulungagung melakukan ramp check armada bus kemarin (15/12).

Kabid Keselamatan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung, Wijanarko mengatakan tidak ada kelonjakan harga bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan patas. Jumlah bus yang beroperasi kini sekitar 200 armada, hanya yang membedakan jumlah penumpang.

“Kalau mudik Natal dan tahun baru bisa mencapai 4 ribu penumpang, baik berangkat atau turun di terminal. Hari biasa tidak sampai 2 ribu penumpang. Hingga kini tidak ada kabar penambahan armada bus,” ujarnya ketika ditemui di Terminal Tipe A Gayatri.

Dia melanjutkan, pemeriksaan ramp check ini berdasarkan surat dari Polda Jatim dan Dirjen Kementerian Perhubungan Darat yang ditujukan untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik menjelang Nataru 2022.

Terlihat sebanyak 15 bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun AKAP beserta sopirnya yang diperiksa. Kelengkapan surat-surat dan kondisi fisik pada kendaraan tersebut diperiksa. Lalu, untuk sopirnya dilakukan tes urine dari Badan Narkotika Nasional.

“Kami memeriksa kondisi fisik bus meliputi ban, rem bus, lampu kota atau jauh, lampu sein, wiper, hingga surat-surat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada satu pun bus melanggar ketentuan tersebut sehingga dipastikan layak jalan,” ungkapnya.

Menurut dia, sebenarnya kegiatan pengecekan itu rutin dilakukan hampir setiap hari. Namun, jika terdapat bus melanggar, bus tersebut diminta kembali ke PO atau perusahaanya untuk melengkapi keperluan. “Kalau bannya tidak layak, diganti dulu. Begitu pun jika surat-surat tidak lengkap, harus dilengkapi dulu,” jelasnya.

Namun, ramp check ini lebih dulu dari jadwal biasanya, apalagi rapat dari Polres Tulungagung masih akan dilakukan 22 Desember nanti. Setelah itu, dapat diketahui titik mana saja yang ramai saat Natal dan tahun baru. Bisa saja setelah rapat itu pihaknya melakukan ramp check di dua tempat, yakni di timbangan Ngantru, tetapi itu tergantung keputusan rapat nanti.

Bagaiman hasil tes urine yang ditunjukkan kepada para operasional bus? Wijanarko menyebut, tes urine itu difokuskan hanya kepada sopir bus saja. Mengingat saat melakukan perjalanan, sopir bus memegang kendali atas keselamatan para penumpang. Tercatat setidaknya ada 15 sopir dites urine untuk mengetahui apakah menggunakan obat-obatan terlarang atau tidak. “Berdasarkan hasil tes urine, tidak ada satu pun sopir bus terindikasi menggunakan obat-obatan terlarang. Dengan begitu, mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Hasil tes urine negatif semua,” jelasnya.

Terlihat pukul 10.30 WIB banyak penumpang telah menunggu di Terminal Tipe A Gayatri. Meskipun beberapa bus telah terparkir, tetapi masih ada penumpang yang beranjak dari kursi tunggunya. Termasuk dilakukan Frisma yang memiliki tujuan bepergian ke Ponorogo untuk ke rumah orang tuanya. “Pengecekan itu saya rasa baik sih, Mas. Untuk kebaikan para penumpang ke depan. Penumpang jadi merasa aman bila kondektur dan pengurus terminal terutama para sopir, kernet, dan kendaraan ketika mengawal jalan penumpang ke tujuannya dalam kondisi sehat,” pungkasnya.(jar/c1/din)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.