Semakin Dekat dengan Pembaca

Disparbudpora Kabupaten Blitar Sukses Gelar Lomba Cipta dan Baca Puisi Museum Penataran

KABUPATEN BLITAR – Lomba cipta dan baca puisi yang digelar Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar berlangsung sukses. Puluhan siswa sekolah menengah pertama (SMP) sederajat di Bumi Penataran antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain menggali minat dan bakat siswa, kegiatan tersebut juga membawa misi mendekatkan Museum Penataran kepada generasi muda.

 

TUNGGU GILIRAN: Sejumlah peserta menyaksikan penampilan peserta lomba lainnya. (AGUS MUHAIMIN/ RADAR BLITAR)

 

Sejak pagi, puluhan siswa didampingi wali berkumpul di kawasan museum milik pemerintah daerah ini. Mereka terlihat serius mendengarkan wejangan dari para guru pendamping masing-masing. Maklum, dalam kegiatan ini, mereka harus menyusun puisi sendiri. Untuk proses ini, pantia memberikan waktu 60 menit. Setelah itu, karya tersebut dibacakan di hadapan para juri.

“Karya puisi anak-anak tadi sangat bagus, meskipun sebagian besar bersifat naratif,” ujar Puput Amiranti, salah seorang juri Lomba Cipta Dan Baca Puisi Museum Penataran.

 

HARUS CEPAT: Seorang peserta sedang menyusun puisi. (AGUS MUHAIMIN/ RADAR BLITAR)

 

Menurut dia, lomba ini tidak mudah. Sebab, para peserta harus meyesuaikan tema yakni museum, sejarah, dan budaya. Namun, faktanya, para siswa mampu menggali objek atau sejarah yang ada di lingkungan musim dengan sangat baik. Tak hanya itu, hasil riset itu lantas dituangkan dalam sebuah karya puisi. “Hanya ada satu dua yang masih kurang cermat dalam menganalisis dan melogika,” katanya.

 

 

EKSPRESIF: Para peserta mampu membawa suasana dan menarik perhatian penonton serta juri. (AGUS MUHAIMIN/ RADAR BLITAR)

 

Dalam membaca puisi, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Misalnya, tempo dan pelafalan. Anggri Indra Fauzi, salah seorang juri mengatakan, mayoritas peserta mampu membaca puisi dengan sangat baik. Mereka juga mampu membawa suasana dan menarik perhatian dan para penonton. “Hanya ada beberapa yang artikulainya kurang jelas. Dengan latihan yang konsisten, tentu ke depan akan lebih baik lagi,” jelasnya.

Plt Kabid Kebudayaan Disparbudpora Kabupaten Blitar, Puji Tawan Widodo mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan menggunakan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) nonfisik tahun anggaran 2022.

 

SELEKTIF: Para juri mengumumkan hasil penilaian. (AGUS MUHAIMIN/ RADAR BLITAR)

 

Selain menggali minat dan bakat siswa, kegiatan ini juga menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan dan mendekatkan Museum Penataran. Karena alasan itu pula, kegiatan tersebut dilaksanakan di museum milik pemerintah daerah. “Kami pilih tema museum, sejarah, dan kebudayaan. Dengan begitu, secara otomatis anak-anak akan mencari informasi dan literasi mengenai museum ini. Setelah mendapatkan informasi, harapan kami bisa disebarluaskan informasi itu kepada teman atau keluarga yang di rumah,” jlentrehnya.

 

BANGGA: Plt Kabid Kebudayaan, Disparbudpora Kabupaten Blitar, Puji Tawan Widodo memberikan trofi dan piagam penghargaan kepada pemenang lomba. (AGUS MUHAIMIN/ RADAR BLITAR)

 

Pemerintah dalam hal ini disparbudpora memberikan apresiasi kepada para pemenang lomba puisi ini. Harapannya, reward tersebut bisa menambah motivasi anak-anak untuk terus belajar atau mengembangkan minat bakatnya. “Untuk yang belum menjadi juara, tentu tidak boleh patah semangat dan harus semakin giat belajar,” katanya.

Ainun Karomah, salah seorang juara lomba baca puisi mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Dia berharap akan ada event atau kegiatan serupa di kemudian hari. “Rasanya senang sekali. Kebetulan saya juga senang dengan sejarah,” ungkapnya. (hai/c1/wen)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.