Semakin Dekat dengan Pembaca

Ditinggal Bayar Token Listrik, Dapur Milik Warga Blitar Ludes Terbakar

KABUPATEN BLITAR – Warga Kelurahan Kaweron, Kecamatan Talun, mendadak panik. Itu setelah dapur milik Nurohman, 64, warga setempat terbakar, kemarin (10/1).

Penyebabnya, Sri Jannah, istri Nurohman, lupa mematikan kompor. Dia saat itu pergi meninggalkan dapur untuk membayar token listrik. Jadilah dapur rumah dilalap si jago merah hingga ludes terbakar.

Berdasarkan keterangan Dedi Mardiansyah, adik Nurohman, saat itu sekitar pukul 14.15 dia melihat api berkobar dari dapur. Merasa janggal, dia lalu mengeceknya. Ternyata api sudah besar dan melahap seisi dapur.

Panik, dia segera meminta bantuan warga untuk memadamkan api. Sayangnya, api begitu besar dan cepat merembet ke material yang mudah terbakar. Warga langsung melaporkan kebakaran itu ke BPBD dan Damkar Kabupaten Blitar. “Tidak lama, petugas datang dan menyemprotkan air ke sumber api. Kalau hanya warga, prosesnya lama, karena api sudah sangat besar,” ujarnya.

Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan dan Investigasi Damkar Kabupaten Blitar Tedi Prasojo mengaku, petugas menerima kabar sekitar pukul 14.20. Setiba di lokasi kebakaran, kondisi dapur sudah hangus tak tersisa. Namun, api masih terdapat di sejumlah titik.

Kebakaran bermula saat Sri Jannah sedang memasak di dapur rumahnya. Dalam keadaan kompor masih menyala, dia justru pergi keluar untuk membayar token listrik. Tak dinyana, api kompor itu membakar seisi dapur. “Ini human error. Harusnya semacam ini masyarakat bisa antisipasi saat beraktivitas melibatkan api,” ungkapnya.

Ada dua unit armada yang diterjunkan. Masing-masing dari damkar dan BPBD dengan belasan personel. Sebelum tiba di lokasi, lanjut dia, warga sudah memadamkan api di sisi bawah, sedangkan petugas menyiramkam air pada atap dapur yang masih terbakar.”Beruntung apinya tidak sempat menjalar ke bangunan rumah depan,” terangnya.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran ini. Sebab, saat itu rumah dalam keadaan kosong. Hanya, kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta. Petugas mengimbau masyarakat waspada saat menggunakan alat-alat kelistrikan yang berhubungan dengan api. “Karena kalau lalai sedikit saja bisa mengancam keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tandasnya. (luk/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.