Semakin Dekat dengan Pembaca

DKPP Genjot Vaksinasi PMK

KOTA BLITAR – Kota Blitar sudah dinyatakan zero kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Vaksinasi juga terus dimaksimalkan. Hingga kini, capaian vaksinasi PMK sekitar 3.262 ekor. Diperkirakan masih banyak sapi yang belum tervaksin. Pasalnya, total populasi sapi di Kota Blitar lebih dari 4.000 ekor.

“Vaksinasi terus kami lakukan. Di samping itu, kami juga baru mendapat tambahan eartag sekitar 1.000 kartu,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar Rodiyah, kemarin (3/10).

Eartag merupakan kartu penanda yang ditempelkan di kuping sapi. Sapi yang sudah ditempel eartag berarti telah divaksin. “Oktober ini infonya akan dikirimi lagi eartag. Namun kami belum tahu jumlahnya berapa,” terang perempuan berjilbab itu.

Masih dikiriminya eartag menandakan vaksinasi PMK belum tuntas. Karena itu, DKPP berupaya untuk terus menyisir hewan ternak yang belum tervaksin, baik sapi ataupun kambing. DKPP mempersilahkan masyarakat khususnya peternak, melapor apabila sapinya belum divaksin.

Sesuai ketentuan, vaksin PMK diberikan sebanyak tiga kali. Vaksin kedua telah disuntikkan beberapa waktu lalu. Vaksin ketiga disuntikkan tiga bulan setelah vaksin kedua.

Hingga akhir Agustus lalu, Kota Blitar telah dinyatakan nol kasus PMK. Atas dasar itulah, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memutuskan untuk membuka Pasar Sapi Dimoro. Sudah hampir empat bulan, pasar hewan terbesar di Kota Blitar itu ditutup karena wabah PMK.

Selain Kota Blitar, ada beberapa daerah di Jawa Timur (Jatim) yang sudah zero kasus. Dimungkinkan daerah yang dinyatakan zero kasus PMK terus bertambah. “Info yang saya terima terakhir, itu ada tujuh daerah. Mungkin ini sudah bertambah lagi,” tandasnya. (sub/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.