Semakin Dekat dengan Pembaca

Donasi Pengobatan Kahla Serahkan Dulu Rp 82 Juta, Belum Terkumpul Target Rp 200 Juta

Trenggalek – Penggalangan donasi untuk biaya pengobatan Kahla Anisa (KA), 5, bocah Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, terus dilakukan. Kendati proses penggalangan dana telah dilakukan lebih dari satu minggu, nominal yang terkumpul belum mencapai target perkiraan biaya pengobatan sekitar Rp 200 juta.

Karena itu, berbagai simpatisan dari beberapa komunitas bergabung untuk memberikan donasi. Hasil donasi tersebut seluruhnya diserahkan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Trenggalek untuk diteruskan ke KA. Tujuannya agar penggalangan proses penyerahan dana tersebut bisa satu pintu dan hasilnya bisa digunakan sebagaimana mestinya. “Kemarin kami telah melakukan penggalangan dana dan telah terkumpul Rp 3,65 juta. Semuanya telah disetor ke Baznas,” ungkap salah satu perwakilan komunitas di Trenggalek yang melakukan penggalangan dana, Pambudi Utomo.

Hal tersebut diakui pengurus bidang penghimpunan Baznas Trenggalek, Deni Riani. Dia menambahkan, berdasarkan data sementara, hasil penggalangan dana yang terkumpul kemarin telah mencapai sekitar Rp 107 juta. Dari situ, diperkirakan masih kurang sekitar Rp 93 juta lagi agar bisa mencapai target sesuai estimasi pembiayaan pengobatan. “Dari dana yang sudah terkumpul itu, sekitar Rp 82 juta akan kami salurkan kepada keluarga korban secara langsung di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang,” imbuhnya.

Jumlah yang akan diserahkan tersebut sesuai besaran tagihan yang diteruskan pihak keluarga kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Sebab, dalam surat yang dikirim pihak keluarga tersebut, sejak awal dirawat hingga Rabu (11/1) lalu, tagihan yang harus dibayar sebesar Rp 82.246.150. Karena keluarga KA termasuk dari keluarga kurang mampu, maka tagihan tersebut diteruskan untuk mendapatkan bantuan. Nantinya, selain menyerahkan hasil penggalangan dana tahap pertama secara langsung, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan RSSA Malang agar ada keringanan biaya pengobatan KA. Sebab, KA berasal dari keluarga tidak mampu sehingga kesulitan untuk membayar biaya pengobatan itu secara mandiri.

Sembari menunggu proses negosiasi berjalan, pihaknya terus membuka penggalangan dana yang ditargetkan bisa terkumpul sebanyak Rp 200 juta. Nominal tersebut merupakan biaya perkiraan untuk operasi pengangkatan peluru senapan angin yang bersarang di kepala KA. Selain itu juga untuk biaya pengobatan lainnya. “Rencananya besok (hari ini, Red) kami akan ke RSSA Malang untuk menyampaikan hal tersebut. Itu juga dilakukan untuk memantau perkembangannya, karena Rp 200 juta itu masih biaya perkiraan,” jelas Deni.

Seperti yang diberitakan, aksi penggalangan dana untuk membantu biaya pengobatan Kahla Anisa (KA), 5, warga Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, terus dilakukan. Hal itu lantaran keluarga tidak mampu membayar biaya pengobatan yang diprediksi mencapai Rp 200 juta.

Sebenarnya, keluarga dari KA tidak menyangka jika senapan yang disimpan di atas almari tersebut akan membuahkan petaka. Hal tersebut itu lantaran senapan tersebut sudah lama tidak digunakan.

Dengan kondisi tersebut, keluarga menyangka senapan tidak berisikan angin dan mortir di dalamnya telah dikeluarkan. Kejadian tersebut membuat keluarga kaget dan sempat shock mau melakukan tindakan apa. (jaz/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.