Semakin Dekat dengan Pembaca

DPMPTSP Petakan Titik Pemasangan Reklame

KOTA BLITAR – Pajak reklame menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Potensi pendapatannya lumayan besar. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berupaya untuk meningkatkan target pajak reklame setiap tahunnya.

Pandemi Covid-19 yang menghantam pada 2020 sempat menurunkan target pajak hampir 50 persen. “Ya, saat itu memang awal pandemi. Banyak pelaku usaha yang terdampak sehingga turut memengaruhi capaian pajak reklame,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar Heru Eko Pramono kepada koran ini, kemarin (6/12).

Berdasarkan data DPMPTSP, target pajak reklame pada 2019 sebesar Rp 500 juta. Lalu, retribusi sewa tanah reklame sebesar Rp 43 juta. Kemudian pada 2020, target pajak reklame turun menjadi Rp 300 juta. Sementara retribusi masih tetap.

Kemudian pada 2021, target pajak kembali dinaikkan sebesar Rp 500 juta. Lalu, tahun ini targetnya dinaikkan menjadi Rp 550 juta mengingat perekonomian mulai pulih pascapandemi Covid-19. “Sampai dengan 30 November, realisasi pajak reklame sudah mencapai sekitar Rp 476,3 juta. Sementara untuk retribusi, baru terealisasi sekitar Rp 25,2 juta dari target sebesar Rp 43 juta,” beber mantan camat Sananwetan itu.

Heru mengaku potensi pajak reklame di Kota Blitar cukup besar. Hampir di setiap wilayah di kota menjamur berbagai jenis reklame, terutama di jalan protokol. Karena itu, dinas akan memetakan titik-titik mana saja yang berpotensi menjadi sasaran pemasangan reklame.

Pemetaan tersebut, lanjut dia, juga dalam rangka penataan titik pemasangan reklame di Kota Blitar. Jangan sampai reklame dipasang semrawut sehingga mengganggu estetika kota. “Seiring perkembangan investasi yang meningkat di kota, tak sedikit pelaku usaha yang berbondong-bondong memasang iklan reklame. Namun, jangan dibiarkan semrawut begitu saja. Makanya perlu ditata,” terangnya.

Apalagi, memasuki tahun politik dan menjelang kampanye Pemilu 2024 nanti, penataan reklame harus dilakukan. Dinas tidak ingin terjadi benturan antara reklame kampanye dan reklame usaha atau bisnis. ”Jangan sampai terjadi benturan. Kami ingin nantinya situasi tetap kondusif,” tandasnya. (sub/c1/wen)

 

 

Target PAD REKLAME KOTA BLITAR

 

Tahun 2019 :

Pajak Rp 500 juta

Retribusi Rp 43 juta

Tahun 2020 :

Pajak Rp 300 juta

Retribusi Rp 43 juta

Tahun 2021 :

Pajak Rp 500 juta

Retribusi Rp 43 juta

Tahun 2022 :

Pajak Rp 550 juta dan per 30 November sudah terealisasi sekitar Rp 476 juta.

Retribusi Rp 43 juta dan per 30 November baru terealisasi sekitar Rp 25 juta

Leave A Reply

Your email address will not be published.