Semakin Dekat dengan Pembaca

DPRD Kabupaten Blitar Minta Pemkab Kreatif

KABUPATEN BLITAR – Keluhan yang kini dirasakan ratusan pedagang Pasar Kesamben tak urung menyulut perhatian wakil rakyat. Dewan meminta pemerintah daerah serius dan kreatif dalam menangani masalah tesebut.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar Candra Purnama mengatakan, kebakaran pasar itu bukan hanya meratakan bangunan dengan tanah. Namun, itu juga mematikan pundi-pundi pendapatan masyarakat. Sebab, sehari sebelum kebakaran, tak sedikit pedagang yang menimbun stok dagangan di kios sebelum akhirnya ludes terbakar. “Makanya tidak heran kerugian bisa mencapai miliaran per pedagang,” ujarnya kemarin (18/1).

Seusai kebakaran, pemkab berinisiatif membangun kios relokasi untuk pedagang. Itu terdiri dari 330 kios nonpermanen di dekat lokasi kebakaran. Chandra -sapaan akrabnya- menilai, sarana ini sudah bisa memancing perputaran uang, meskipun belum cukup untuk mendongkrak perekonomian.

Dia menuturkan, rekonstruksi atau proyek pembangunan Pasar Kesamben belum masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2023. Namun, pihaknya meminta pemkab kreatif. Tidak mengandalkan keuangan daerah yang terbatas untuk melaksanakan pembangunan. Misalnya, mengajukan bantuan ke pemprov dan pusat, atau peluang pendanaan lain agar Pasar Kesamben yang baru bisa segera terbangun.

“Memang butuh dana tidak sedikit untuk membangun ulang. Selain itu, lahan relokasi tidak representatif seperti pasar lama,” sambung politikus PKB ini.

Adapun soal luasan kios relokasi yang dikeluhkan sebagian pedagang, dia meminta masyarakat bersabar. Mengingat, lokasi tersebut bukan untuk ditempati selamanya. “Kami akan memanggil dinas terkait untuk membahas rencana pembangunan,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar Eka Purwanta memastikan, pihaknya terus berupaya berkomunikasi dengan pemprov dan pemerintah pusat. Itu terkait usulan bantuan biaya pembangunan ulang Pasar Kesamben.

“Kami masih cari dana. Saat ini pun sedang kami ajukan proposal ke kementerian dan gubernur. Karena itu butuh anggaran besar,” ungkapnya.

Eka menambahkan, rencana perbaikan pasar tersebut tidak masuk daftar prioritas pembangunan tahun ini. Sebab, kebakaran pasar itu termasuk bencana dan terjadi di akhir tahun. Tepatnya setelah APBD 2023 disetujui oleh eksekutif dan legislatif. “Kedaruratan kalau tiba-tiba kan pemerintah juga perlu cari keran anggaran dari mana. Walaupun masuk prioritas, tapi karena tidak terduga, makanya tetap butuh waktu,” tandasnya. (luk/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.