Semakin Dekat dengan Pembaca

DSP Terancam Tak Terserap Penuh, Mengapa?

KABUPATEN BLITAR – Sebagian warga terdampak gempa 2021 kemungkinan tidak akan memanfaatkan dana siap pakai (DSP). Indikasinya, hingga kini ada ratusan keluarga yang belum memproses untuk mendapatkan bantuan dari Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto mengatakan, laporan terakhir penyaluran DSP yang diterimanya memang belum sampai 100 persen. Namun, yang menerima penyaluran DSP sudah lebih dari 1.000 warga terdampak, sedangkan untuk yang mulai proses pencairan bantuan sekitar 750 warga terdampak.

“Update terakhir untuk penyaluran gempa 2021 sudah sekitar 1.300 dan yang dalam proses pencairan sekitar 750 warga,” ujarnya, kemarin (18/6).

Bulan ini adalah momen terakhir untuk menyerap bantuan dari pusat tersebut. Nyaris dipastikan uang bantuan akan kembali ke kas negara. Itu jika DSP dari BNPB tidak dicairkan Juni ini. Karena alasan itu, BPBD sudah menentukan deadline untuk proses ini tidak sampai akhir tahun. Dengan begitu masih ada waktu untuk merevisi atau proses pencairan. “Tidak ada perpanjangan, batas waktu pencairan bantuan, hanya sampai akhir bulan ini,” katanya.

Jika ada warga terdampak yang tidak menggunakan kesempatan ini, bantuan tersebut secara otomatis akan kembali ke kas negara. Begitu juga warga terdampak yang sudah menerima penyaluran dan tidak segera melakukan pencairan bulan ini. Sebab, batas akhir pencairan sudah diterapkan sampai 30 Juni.

Ditanya soal kendala yang dihadapi di lapangan, Ivong mengaku tidak ada masalah yang berarti. Warga terdampak tertib memenuhi persyaratan yang dibutuhkan dalam proses penyaluran dan pencairan. Meskipun tidak semua warga terdampak antusias dengan program tersebut. Sebagian dari mereka mengabaikan peluang bantuan ini.

Menurut dia, hal ini terjadi karena jumlah kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana 2021 itu tidak begitu besar. Karena itu, ada sebagian warga yang masuk kategori terdampak, tapi tidak memanfaatkan atau mengambil bantuan itu. “Karena sudah diperbaiki dan tidak begitu banyak pengeluarannya, jadi program ini tidak diambil,” jelasnya.

Untuk diketahui, ada lebih dari 1.500 warga terdampak bencana gempa 2021. Mereka masuk pendataan pemerintah dan memenuhi kualifikasi penerima bantuan. Akhir tahun lalu, data korban gempa ini diajukan ke pusat. Pengajuan ini ditindaklanjuti oleh BNPB dan direalisasikan tahun ini. (hai/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.