Semakin Dekat dengan Pembaca

Dua Oknum Pesilat Jadi Tersangka pada Kasus Penganiayaan di Ngunut

TULUNGAGUNG – Oknum kelompok pencak silat berulah kembali hingga memakan korban kelompok lain. Lagi-lagi, permasalahan lantaran perbedaan atribut. Dari oknum tersebut, polisi menetapkan dua tersangka dari 10 orang yang sempat diperiksa. Dua tersangka itu ditangkap pada Selasa lalu (6/12).

Seputar Pengeroyokan Oknum Pesilat di Tulungagung

“Awalnya kami memeriksa 10 orang dalam kasus penganiayaan di Desa Selorejo, Kecamatan Ngunut, pada 2 Desember lalu. Namun, setelah melewati pemeriksaan lanjut, dikerucutkan dua orang menjadi tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Agung Kurnia Putra, saat ditemui di halaman polres kemarin (7/12).

Sementara itu, Kasi Humas Polres Tulungagung IPTU Muhammad Anshori mengatakan, Polsek Ngunut menetapkan dua tersangka di antaranya EHF, 19, warga Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut dan IWS, 19, warga Desa Maron, Kecamatan Kademangan.

Anshori mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 2 Desember 2022 sekitar pukul 22.15 WIB. Saat itu, korban bernama Sutrisno, 23, warga Desa Betak dan Dodi Kurniawan, 34, warga Desa Tanjung, Kecamatan Kalidawir, sedang mengendari motor di Jalan Raya Desa Selorejo, Kecamatan Ngunut, dari Tulungagung menuju Blitar. Ketika di lokasi kejadian, kedua korban berpapasan sekelompok remaja yang mengendarai motor dengan melakukan konvoi dari arah berlawanan.

“Sekelompok remaja itu jumlahnya sekitar 100 orang, yang menggunakan kaus hitam bertulisan organisasi silat tertentu. Secara kebetulan, salah satu korban memakai kaus warna merah bertuliskan ‘Mbah Nggolo’,” tuturnya.

Dia melanjutkan, pada saat korban berpapasan dengan sekelompok yang melakukan konvoi tersebut, sebagian anggota rombongan tanpa sebab langsung menendang Sutrisno dan Dodik hingga terjatuh dari kendaraanya. Tidak hanya itu, para pelaku juga merampas baju milik korban dan ponsel dengan merek Vivo. Lantas, kedua korban berteriak meminta tolong untuk meminta bantuan kepada warga sekitar.

“Kedua korban mengalami luka pada wajah, kaki, dan tangan. Lantaran dipukul beberapa orang dari kelompok silat tersebut. Hingga akhirnya, Sutrisno dan Dodik melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Ngunut untuk selanjutnya dilakukan proses penyelidikan,” terangnya.

Tidak butuh waktu lama, akhirnya polisi dapat mengamankan dua pelaku penganiayaan, yakni EHF dan IWS.

Dia menambahkan, kedua pelaku penganiayaan kini telah diamankan di Polsek Ngunut. Lalu untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, mereka dikenakan pasal 170 KUHP dengan acaman 5 tahun penjara.(jar/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.