Semakin Dekat dengan Pembaca

Dua Tersangka  Penimbun Solar Subsidi Ribuan Liter di Tulungagung Ditangkap

TULUNGAGUNG – Dua tersangka penimbunan dan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar diamankan Satreskrim Polres Tulungagung dan dipamerkan kemarin (30/11). Tidak main-main, kedua pelaku itu berhasil menimbun solar subsidi sebanyak ribuan liter dijualnya kembali dengan harga lebih mahal.

“Kami menduga bila para tersangka merupakan pemain lama, sehingga tidak hanya beraksi empat bulan. Bisa saja beberapa tahun terakhir sering melakukan penimbunan. Akibatnya, negara harus mengalami kerugian lebih dari ratusan juta,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto

Dia melanjutkan, bila kedua tersangka yakni M, 42, warga Surabaya dan PY, 54, warga Kabupaten Sidoarjo. Terungkapnya bisnis gelap dilakukan keduanya bermula pada 11 November 2022 sekitar pukul 08.00 WIB, lantaran polisi mendapat informasi adanya penyalahgunaan BBM Solar bersubsidi. Bahkan solar tersebut diangkut truk tangki bertuliskan PT Dina Raya Internusa dengan nomor polisi AE 8698 UB. Bahkan tangkinya dimodifikasi agar lebih luas dan menggunakan truk PT itu agar tidak terlalu mencolok bila menimbun.

Mendapati laporan itu, pihaknya lantas melakukan pengejaran untuk memeriksa truk tersebut. Rupanya, diketahui truk itu berhenti di Jalan Raya Kecamatan Ngantru. Saat itu, truk tersebut sedang dikemudikan MJ dan langsung diamankan petugas untuk dilakukan interogasi.

“MJ mengaku jika yang diangkut merupakan BBM jenis solar diambil dari gudang di Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Anggota kami langsung melakukan pengecekan ke gudang itu dan bertemu penjaga gudang,” kata AKBP Eko Hartanto, Rabu (30/11).

Setibanya petugas di gudang, terdapat dua orang bertugas sebagai penjaga. Keduanya membenarkan jika isi gudang tersebut digunakan untuk menampung BBM solar bersubsidi. Nantinya solar di dalam gudang itu akan dijual kembali dan didistribusikan pada perusahaan-perusahaan di Tulungagung.

Setalah Satreskrim mendapati bukti kuat dan mendapatkan keterangan saksi ahli, pihaknya langsung melakukan gelar perkara. Hasilnya, sopir truk MJ dan pemilik gudang yakni PY ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan. Pada 28 November 2022 lalu, keduanya ditahan pada rutan Polres Tulungagung.

“Berdasarkan hasil penyidikan terhadap kedua tersangka. Keduanya mendapatkan solar subsidi dengan cara membeli dari berbagai SPBU di Kediri dengan harga Rp 5,8 ribu per liternya. Lalu, solar tersebut, ditimbun di gudang untuk nantinya dijual kembali dengan harga Rp 11 ribu,” jelasnya.

Sedangkan barang bukti yang diamankan berupa 1 truk tangki PT Dina Raya Internusa yang berisi 8.000 liter solar subsidi, 1 truk tangki berisi 4.500 liter solar bersubsidi, 1 truk boks berisi 7 juriken ukuran 20 liter dengan total solar bersubsidi 140 liter, 3 galon dengan total 45 liter solar bersubsidi, 12 jurigen kosong, 2 galon, 3 drum besi kosong, 3 alat sedot, 1 disel, 5 selang, 1 timba, 1 mesin sedot, 4 kempu kosong, 3 buku catatan solar, 1 kayu alat ukur dan 1 surat jalan dari PT Dina Raya Internusa.

Keduanya diancam dengan pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi juncto pasal 55 UU Nomor 1 tahun 2020 tentang Cipta Kerja juncto pasal 55 KUHP. “Mereka berdua diancam 6 tahun penjara. Akibat perbuatannya itu, negara terpaksa mengalami kerugian lebih dari ratusan juta rupiah,” pungkasnya.(jar/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.