Semakin Dekat dengan Pembaca

Duh, Atap Pendapa SAP Kabupaten Blitar Menganga

KABUPATEN BLITAR – Dampak cuaca buruk yang melanda Bumi Penataran dua tahun lalu belum sepenuhnya tertangani. Atap Pendapa Sasana Adhi Praja (SAP) Kanigoro hingga kini masih berlubang.

Kerangka atap yang tersusun dari rangkaian besi hollow itu terlihat dengan jelas. Kondisi ini tidak memengaruhi fungsi bangunan pendapa. Hanya memicu pemandangan atau kesan perawatan yang kurang.

“Mungkin pemerintah tidak punya duit untuk memperbaiki kerusakan atap pendapa,” ujar seorang warga, Mohammad Luthfi.

Menurutnya, pendapa merupakan salah satu bangunan sakral pemerintahan. Bangunan ini menjadi tempat pertemuan para penggawa pemerintahan dengan pimpinan maupun masyarakat. Dengan begitu, sudah sewajarnya jika dirawat dan dipelihara dengan baik. “Ini kan tinggal merawat, masa terus dibiarkan bolong. Fungsinya juga jelas,”ujarnya.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar Rudi Widianto mengakui kondisi tersebut. Menurutnya, anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan atap pendapa tidak begitu besar. Sebab, konstruksi atap masih dalam kondisi baik. “Tapi, saya cek di dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) 2023 belum ada (kegiatan pemeliharaan atau perbaikan, Red),” katanya kepada Koran ini, kemarin (18/1).

Rudi tidak bisa menyebut besaran yang dibutuhkan untuk perbaikan atap tersebut. Namun, dia memastikan tidak banyak kegiatan dalam pemeliharaannya nanti. “Paling hanya beli gipsum. Untuk detailnya harus diikur dan dihitung dulu,” imbuhnya.

Meski belum masih dalam DPA 2023, bukan berarti pemerintah tidak bisa melakukan perbaikan. Setidaknya masih ada kesempatan mengalokasikan anggaran usai evaluasi pelaksanaan anggaran 2023 semester I. “Saya kan masih baru (menjabat kabid cipta karya, Red). Tapi masih bisa kok, paling lama di perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini,” katanya.

Dia tidak menampik, kerusakan atap ini terjadi akibat bencana alam atau cuaca buruk pada awal 2021 silam. Selain Pendapa SAP, ada beberapa gedung pemerintahan lain yang juga mengalami nasib sama. Misalnya, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar. “Kemarin mau tanya ke rekan yang sebelumnya memiliki kewenangan soal alasan perbaikan ini tidak masuk di anggaran 2023. Tapi lupa terus,”tuturnya.

Tidak hanya atap pendapa, gedung utama kantor Bupati Blitar ini juga mengalami kerusakan akibat bencana alam. Namun, bukan puting belung, melainkan gempa bumi yang juga terjadi di tahun 2021. Namun, kerusakan itu sudah tertangani. “Itu di lantai tiga, tapi sekarang sudah selesai,” tandasnya. (hai/c1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.