Semakin Dekat dengan Pembaca

Duh, JLS Jadi Lokasi Balap Liar

KABUPATEN BLITAR – Jalanan di Bumi Penataran belum sepenuhnya tuntas dari aksi balap liar dan geber knalpot brong. Buktinya, polisi masih menemukan kawanan remaja yang diduga bakal memacu gas. Parahnya, aksi itu dilakukan di jalur lintas selatan (JLS) atau jalan pantai selatan jawa (pansela) Kecamatan Wonotirto yang notabene belum resmi beroperasi.

Kapolsek Wonotirto AKP Supriyadi menyebut, rute tersebut jadi primadona para remaja untuk balap liar lantaran struktur jalan yang mulus. Selain itu, juga karena jauh dari permukiman warga dan cenderung sepi. Padahal, lanjut dia, tindakan tersebut memicu kecelakaan, mengusik kenyamanan warga dan pengendara lain.

“Meski jauh, ini tetap meresahkan. Suara knalpot mengganggu dan balap liar ini sangat kami larang dengan tegas,” ujarnya kemarin (11/12).

Patroli di jalur tersebut nantinya akan dilakukan secara intensif. Terbaru, pihaknya mengamankan sejumlah remaja yang diduga bakal melakukan aksi kebut-kebutan, Jumat (9/12) lalu. Temuan itu berawal dari laporan warga yang resah dengan bising knalpot brong dan balapan.

Benar saja, saat petugas melakukan investigasi di Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, puluhan pemuda tampak berkumpul. Jumlahnya sekitar 60 orang dengan kendaraan motor tak sesuai spesifikasi. Mengetahui keberadaan polisi, seketika mereka kabur dengan sepeda motornya. Namun, enam orang berhasil diamankan petugas.

“Ada satu sepeda motor, satu mobil, serta enam orang yang terjaring. Mayoritas golongan remaja di bawah umur,” jelasnya.

Para pemuda yang terciduk itu, sambung dia, digiring ke Polres Blitar untuk mendapat pembinaan. Salah satu kendaraan yang disita itu juga tak bisa diambil sebelum dikembalikan ke spesifikasi standar. Polisi juga memanggil orang tua para remaja agar mengetahui tindakan anak-anaknya. “Ini agar mereka bisa mengedukasi anak. Karena meski jalur sepi, berbahaya bagi keselamatan diri,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi mengaku bukan haya JLS yang berpotensi jadi arena balap liar. Menurut pengamatannya, ada dua rute primadona para pembalap liar. Yakni, ruas jalan Bendungan Wlingi Raya, Tumpang, Kecamatan Talun; dan ruas jalan Gunung Bethet, Kecamatan Sutojayan.

“Meski jauh dari permukiman warga, tapi ini berbahaya bagi pengendara lain. Dua jalan itu masih jadi digemari. Selain jalan mulus, juga karena sepi,” imbuhnya.

Aksi ugal-ugalan itu didominasi kaum muda. Rata-rata usia pelajar SMP-SMA. Padahal, mereka belum mengantongi surat izin mengemudi (SIM). Putut menambahkan, pemahaman milenial soal berlalu lintas harus semakin dipupuk. Itu untuk meminimalisasi angka kecelakaan lalu lintas.

“Termasuk di Wlingi itu kadang geber-geber dengan knalpot tidak sesuai. Langsung kami musnahkan dan beri pembinaan. Ini juga mengganggu jelang Nataru,” tandasnya. (luk/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.