Semakin Dekat dengan Pembaca

Duh, Kasus Kriminal Melonjak

DICIDUK: Sejumlah tersangka diamankan di Mapolresta Blitar beberapa waktu lalu. Mereka terbukti mengedarkan obat keras berbahaya (okerbaya). (MOCHAMMAD LUKI AZHARI/RADAR BLITAR)

 

KOTA BLITAR – Tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Blitar Kota tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, tahun ini kasus kejahatan meningkat dibandingkan data pada 2021 lalu. Polisi menyebut, kasus penipuan, pencurian dengan pemberatan (curat), dan aksi judi paling mendominasi.

Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono membenarkan hal itu. Menurutnya, kriminalitas bisa terjadi tanpa pandang lokasi dan waktu. Untuk itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Terutama menapaki libur akhir tahun. Sebab, tak jarang momentum ini dimanfaatkan oknum nakal untuk menjarah hunian kosong.

“Tugas kepolisian harus didukung masyarakat. Melalui babinkamtibmas, masyarakat juga harus bisa membentengi diri dari potensi kriminalitas,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Data dari kepolisian, kriminalitas sepanjang tahun ini tercatat sebanyak 359 kasus. Di antaranya, kasus penipuan sebanyak 42 perkara, curat dengan 38 perkara, dan 18 kasus perjudian. Ketiga kasus tersebut jadi yang paling banyak terjadi tahun ini. Sisanya, yakni kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penggelapan, hingga pengeroyokan.

Argo -sapaan akrabnya- menambahkan, peristiwa kriminalitas tahun ini meningkat sebanyak 55,4 persen dibandingkan dengan 2021 lalu. Pasalnya, tahun lalu polisi mencatat ada 231 tindakan. Ini, lanjut dia, membuktikan bahwa kejahatan di Bumi Bung Karno belum sepenuhnya resik. “Kami meminta masyarakat tidak takut melaporkan tindak kejahatan. Sehingga segala potensi kriminalitas bisa terus meredam,” sambungnya.

Nah, dari total 359 kasus yang ditindak lanjuti, 335 perkara sudah diselesaikan. Baik melalui restorative justice ataupun berlanjut ke proses persidangan alias P21. Sedangkan kasus yang belum tuntas masih tahap pengembangan. Termasuk kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di rumah dinas (rumdin) Wali Kota Santoso awal bulan ini.

Dia menambahkan, kasus tersebut dilimpahkan ke Polda Jawa Timur. Namun pihaknya tetap melakukan pendalaman sesuai kewenangan. Seperti, melakukan pemantauan di daerah dan memperketat pengamanan di rumdin, mengingat setelah dua pekan berlalu, lima pelaku belum juga tertangkap.

“Sejauh ini dalam penanganan polda. Itu juga termasuk jatanras hingga satreskrim,” tandasnya.

Selain kasus curas Wali Kota Santoso, polisi mencatat tiga kasus paling menonjol lainnya. Yakni, dua kasus pengeroyokan oleh kelompok perguruan silat, serta over dosis miras yang memicu dua korban jiwa. (luk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.