Semakin Dekat dengan Pembaca

Duh, Uji Lab Es Jeli Lemot

KOTA BLITAR -Penyebab pasti dugaan keracunan yang mendera lima siswa SDN Bacem 04, Kecamatan Ponggok, pada Kamis (1/12) lalu, tak kunjung terungkap. Dinas kesehatan (dinkes) menyebut, sampel es jeli yang diduga beracun diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, sebelumnya sampel produk minuman tersebut sempat diteliti di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Blitar. Untuk mendapatkan hasil penelitian optimal, sampel lantas dikirim ke Surabaya. Sebab, sebelumnya urung ada kejelasan bagaimana potensi pertumbuhan bakteri atau jamur dalam es jeli tersebut.

“Posisi sampel masih di sana (Surabaya). Kami pun belum tahu kapan uji laboratorium selesai,” ujarnya, kemarin (7/12).

Untuk diketahui, sampel minuman es jeli yang diuji tersebut bukan sisa yang ditenggak para korban. Alasannya, lanjut Christine, para siswa sudah membuang minuman tersebut. Dengan begitu, dinkes berinisiatif mengirim sampel produk utuh dengan merek yang sama. Meski bukan sampel asli, nantinya hasil penelitian tetap jadi acuan.

Disinggung soal penyebab umum keracunan, Christine menilai itu bukan disebabkan akibat zat adiktif, melainkan akibat perkembangan bakteri dan jamur dalam suatu produk makanan atau minuman. Akibatnya, saat memasuki sistem pencernaan dapat memicu beragam reaksi tubuh.

“Sebab, pada dasarnya bakteri yang tidak baik itu tidak bisa ditoleransi oleh tubuh. Akhirnya bisa jadi penghambat saluran pernapasan dan lainnya,” terangnya.

Christine belum bisa mengonfirmasi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk penelitian minuman tersebut. Sebab, masih menunggu apabila ada pertumbuhan bakteri. Hingga kemarin, pihaknya masih berkoordinasi dengan BBLK Surabaya, menanyakan hasil mutakhir dari pengujian itu.

Selama menunggu data akurat, pihaknya meminta masyarakat lebih mawas memantau pola hidup anak. Terutama selama berada di lingkungan sekolah, guru pantang lalai memberikan pendampingan. Selain itu, siswa juga diimbau membawa bekal bergizi dari rumah lantaran dinilai lebih higienis.

“Lima siswa kondisinya sudah sangat baik. Mereka infonya sudah kembali belajar seperti biasa. Kami imbau agar tidak lagi jajan sembarangan,” tandasnya.

Seperti diwartakan, lima siswi SDN Bacem 04 Kecamatan Ponggok membuat gempar warga Bumi Penataran pekan lalu. Itu setelah mereka diduga keracunan es jeli yang dibeli dari toko sekitar sekolah. Setelah menenggak minuman tersebut, muncul bermacam reaksi. Seperti pusing, sakit perut, hingga mual. Kini produk minuman itu masih diteliti. (luk/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.