Semakin Dekat dengan Pembaca

Eksotisme Wisata Puncak Sekawan, Cocok untuk Kamping, Saksikan Momen Sunrise

KABUPATEN BLITAR – Selain terkenal dengan ragam kuliner yang maknyus, Bumi Penataran juga tak mau kalah dengan sektor pariwisatanya. Terutama pada destinasi wisata alam. Salah satunya, Puncak Sekawan yang terletak di Dusun Parang, Desa Semen, Kecamatan Gandusari. Tak sedikit para penikmat alam yang singgah, menikmati udara sejuk dan indahnya pemandangan alam 360 derajat.

Puncak ini baru ditemukan sekitar 2017 lalu oleh para pemuda yang tergabung dalam karang taruna desa setempat. Melihat adanya potensi besar di sana, para pemuda itu lantas mengembangkannya menjadi destinasi wisata. Tujuannya demi menumbuhkan perekonomian warga setempat.

Awalnya, tempat itu masih penuh dengan semak belukar. Pepohonan dan rumput liar pun tumbuh menjalar. Pengelola Puncak Sekawan, Aziz Muhaimin mengatakan, dulu puncak dengan ketinggian 711 mdpl (meter di bawah permukaan laut, Red) itu hanya berhias jalan setapak sebagai akses pencari rumput. Hanya segelintir traveler yang menjamah dan bermalam di kawasan tersebut.

 

EKSIS: Binti Andriania (kiri) mengabadikan momen bersama sahabatnya di Puncak Sekawan. Obyek wisata ini jadi rekomendasi healing bagi kaum muda.

 

Sadar akan potensinya, Aziz -sapaan karibnya- lantas membersihkan lahan milik Perhutani itu. Setahun kemudian, satu demi satu wisatawan mulai berkunjung ke puncak tersebut. “Puncak Sekawan mulai dikenal dan kerja sama meningkatkan perekonomian warga. Selanjutnya, kami buka wisata lewat camping ground,” ungkapnya.

Objek wisata ini relatif mudah dijangkau. Dari pusat Kabupaten Blitar, jarak yang ditempuh sekitar 28 kilometer ke arah timur laut. Memasuki Desa Semen, Kecamatan Gandusari, cukup menyusuri petunjuk jalan ke Dusun Parang. Namun, wisatawan harus berhati-hati saat berkendara karena kondisi jalan terus menanjak.

Selain itu, wisatawan mesti sabar saat memasuki lahan perkebunan. Pasalnya, jarak 1,7 kilometer (km) sebelum tiba di lokasi terdapat jalan makadam dan beliku-liku. Pun, laju kendaraan sebaiknya pelan supaya ban tidak selip. Tiba di pintu masuk, pengunjung harus menaiki 225 anak tangga untuk tiba di puncak. Meski butuh tenaga ekstra, rindangnya pepohonan pinus seakan mampu melebur rasa letih.

“Selama menaiki tangga, beberapa lahan kanan kiri cocok untuk bermalam. Kalau di puncak, pemandangannya dari semua penjuru bisa terlihat,” tambah pria ramah ini.

Selain suasana alam yang bersolek, daya tarik tempat wisata ini terletak pada hamparan pegunungan dari empat penjuru. Di sebelah timur terdapat pemandangan Gunung Kawi, Gunung Kelud di barat daya, Gumuk Gogoniti di selatan, dan Gunung Gedang di sebelah Barat. Tak cuma itu, magnet tempat wisata ini terletak pada momen sunset dan sunrise. Sayangnya, momen itu hanya bisa dinikmati kala cuaca bersahabat.

Objek wisata berhawa adem ini dilengkapi paket kamping, tracking, outbound, grill, dan jip. Pengelola juga menambah fasilitas internet gratis, musala, dan penyewaan peralatan tenda dengan bujet variatif. Tiket masuk dibanderol Rp 10 ribu per orang dan parkir Rp 5 ribu. “Pandemi kemarin sempat sangat turut. Per minggu rata-rata pengunjung 300 hingga 500 orang,” terangnya.

Seorang wisatawan, Binti Andriania, mengaku baru pertama kali menikmati udara puncak. Menurutnya, lokasi tersebut membuatnya takjub lantaran pemandangan alam terpampang jelas. Puncak Sekawan, lanjut dia, cocok untuk kamping bersama keluarga dan kolega. “Pastinya berkesan karena bisa melihat ke semua penjuru dan dikelilingi gunung. Kealamiannya dapat sekali,” tandasnya. (luk/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.