Semakin Dekat dengan Pembaca

Embat Pompa Air Pabrik , Pencuri Gesit Asal Ngantru Akhirnya Berhasil Dibekuk Polisi

Tulungagung – AR, warga Desa Pakel Kecamatan Ngantru, harus berurusan dengan polisi. Dia dibekuk lantaran diduga mencuri pompa air di salah satu gudang pabrik pembuatan alat dapur, di Desa Sumberejo Wetan, Kecamatan Ngunut.

Kapolsek Ngunut Kompol Rudi Purwanto mengatakan, kejadian tersebut bermula pada 7 Desember 2022. Saat itu, korban RW, 38, bersama temannya hendak masuk ke dalam pabrik. Belum sempat memasuki pabrik, dia justru mendapati pintu samping pabrik terlihat seperti ada bekas cungkilan. Lantas, RW curiga dan bergegas memeriksa barang-barang di dalam pabrik miliknya.

“Setelah diperiksa, dua dinamo dan satu pompa air milik korban raib. Korban menderita kerugian sebesar Rp 3 juta. Korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngunut pada Kamis (8/12/22) lalu,” kata Rudi yang dihubungi melalui telepon.

Ternyata pelaku memang gesit. Lantaran, setelah polisi melakukan serangkai olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga penyelidikan, serta mengumpulkan bukti-bukti selama hampir sebulan untuk bisa mengungkap identitas pelaku pembobolan pabrik tersebut, akhirnya petugas berhasil mengenali pelaku dan meringkusnya di rumahnya, masuk Desa Pulosari, Kecanatan Ngunut, Senin (9/1) lalu.

Saat itu, barang bukti yang dicuri pelaku sudah dijual sehingga polisi harus menelusuri lebih lanjut. Beruntung pelaku sudah diamankan dan bertindak kooperatif untuk menunjukkan lokasi menjual dua dinamo dan satu pompa air itu. Ternyata, dua dinamo dan satu pompa air dijual kepada tukang servis dinamo kenalannya di Desa Sumberejo Wetan, Kecamatan Ngunut.

“Setibanya di tempat servis dinamo yang ditunjukkan pelaku, kami tidak mendapati pemilik tempat servis tersebut. Namun, barang bukti masih ada, dan kami tetap mengambil kembali barang bukti tersebut untuk diamankan,” terangnya.

Setelah ditelusuri lebih lanjut dengan mendapat informasi dari warga, pemilik tukang servis tinggal di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut. Dia mengaku masih harus melakukan pendalaman atas peran tukang servis dinamo tersebut. Mengingat, dia menerima barang dari pelaku hasil curian.

Hingga kini, polisi masih berusaha mencari tukang dinamo tersebut untuk dimintai keterangan. Namun, kini pelaku dan barang bukti telah dibawa ke Polsek Ngunut untuk proses penyidikan lebih lanjut. “Pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 3e, 5e KUH Pidana tentang pencurian dan pemberatan. Pelaku diancam hukuman paling lama empat tahun penjara. Kini sudah mendekam di Rutan Polsek Ngunut,” pungkasnya.(jar/c1/din)
.

Leave A Reply

Your email address will not be published.