Semakin Dekat dengan Pembaca

Final RaTu Kolase 2023, Unggulkan Kerja Sama dan Keuletan

TULUNGAGUNG- Ratusan ibu dan anak mengikuti babak final lomba RaTu Kolase yang diadakan Jawa Pos Radar Tulungagung bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI); Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI); Bunda PAUD; serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung. Mereka memadati memadati Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, kemarin (18/1).

Bunda PAUD dan Ketua Tim Penggerak PKK Tulungagung Siyuk Birowo mengatakan bahwa sangat mengapresiasi adanya event lomba RaTu Kolase 2022.

Menurut dia, ribuan peserta lomba merupakan anak-anak yang akan menjadi penerus di masa akan datang. “Peserta ada 6.400 yang dilaksanakan pada masing-masing taman kanak-kanak se-Tulungagung. Dari jumlah itu diambil 200 peserta untuk mengikuti tahap final,” jelasnya.

Lomba RaTu Kolase ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun. Kegiatan lomba kolase sangat efektif untuk membangun kerja sama ibu dan anak. “Alhamdulillah, apresiasi dari peserta pada babak final sangat luar biasa sekali, dan euforianya melebihi dari lomba kolase sebelumnya,” paparnya.

Tak lupa, pada kesempatan tersebut, dia mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya lomba RaTu Kolase.

Dia berharap akan ada kegiatan lomba serupa di tahun-tahun berikut. Dengan menyinergikan seluruh pihak, maka hasil yang dicapai akan semakin besar. “Tadi sudah berkoordinasi melaksanakan kegiatan lomba kolase di tahun-tahun mendatang. Tidak hanya itu, kita telah berkoordinasi melaksanakan kegiatan yang diikuti ibu dan anak pada kesempatan berikutnya,” tandasnya.

Sementara itu, pemenang RaTu Kolase, Bunda Kurnia Puspita dan Ananda Alula mengungkapkan bahwasanya tidak pernah menyangka dapat memenangkan event ini.

Kemenangan tersebut diperoleh lantaran kerja samanya dengan sang buah hati. Perlu kesabaran dan telaten dalam mengerjakan kolase dengan menyusun satu per satu bahan pada lembar kerja. “Hanya menyuguhkan yang terbaik saja, dengan kerja sama antara saya dan anak,” jelasnya.

Dalam rentang waktu sekitar tiga jam, dia dan buah hati kompak mengerjakan lembar kolase yang telah disediakan. Tidak ada kendala berarti pada saat mengerjakan kolase tersebut. Hanya, durasi pengerjaan kolase kurang lama. “Kalau bisa waktunya ditambah, tiga jam terlalu sebentar untuk menyelesaikan kolase,” pungkasnya. (mg2/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.