Semakin Dekat dengan Pembaca

Gara-gara Sering Dinasehati, Pemuda di Blitar Tega Tusuk Paman

KABUPATEN BLITAR – Imam Mustakim, 39, warga Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, harus mendapat perawatan serius di rumah sakit. Itu setelah ditikam oleh (YAS) yang tidak lain keponakannya sendiri, pada Minggu malam (1/1).

Aksi penusukan itu dipicu lantaran pelaku sakit hati kerap dinasihati oleh korban. Terlebih dalam sebulan terakhir, antara pelaku dan korban sering terlibat cekcok. Pelaku jengkel lantas melampiaskan emosinya dengan menikam sang paman. Padahal, sejak kecil YAS tinggal bersama pamannya.

Informasi yang dihimpun Koran ini, kondisi korban cukup parah setelah terkena tikaman. Hingga kemarin (2/1), korban masih dirawat di rumah sakit. Sementara pelaku penikaman, YAS, sudah diamankan kepolisian.”Masih dirawat karena lukanya agak parah. Yakni di dada dan ada juga di area wajah,” ujar salah seorang saksi, Imam Masduki, kepada Koran ini kemarin.

Peristiwa mencekam itu bermula saat korban tinggal di rumah tetangganya. Tiba-tiba YAS menghampiri korban dengan menenteng sebilah pisau sepanjang 20 sentimeter. Dengan wajah kesal, remaja 18 tahun itu berjalan mendekati korban. Kaget dengan kehadiran YAS, korban seketika berdiri dan berusaha melindungi diri dengan mendorong meja ke arah YAS.

Sayangnya, upaya itu gagal. Korban terpojok. YAS yang beringas langsung menikam tubuh korban tepat di dada sebelah kanan. Korban berupaya menahan dengan memegang tangan pelaku. YAS terus menikam hingga yang berikutnya mengenai pipi korban sebelah kiri.

Terdesak, korban lantas berteriak meminta tolong warga sekitar. Mendengar teriakan itu, sejumlah warga langsung berdatangan untuk menolong. ”Saya awalnya dengar teriakan minta tolong. Suaranya kencang karena kebetulan rumah saya tidak jauh dari lokasi,” ujar Imam.

Mengetahui peristiwa itu, saksi bergegas melerai pertikaian tersebut dan melaporkan ke polisi. Tak lama, polisi tiba dan meringkus pelaku. Sementara korban langsung dirujuk ke rumah sakit. Beruntung, nyawa korban dapat diselamatkan.

Menurut keterangan warga, YAS setiap hari tinggal bersama Imam Mustakim. Namun, dalam sebulan terakhir, sang paman terpaksa tinggal di rumah tetangganya lantaran terlibat cekcok dengan YAS.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kesamben AKP Suhartono menjelaskan, YAS sejak kecil tinggal bersama Imam Mustakim. Sebab, orang tuanya bercerai dan ibunya meninggal dunia. Namun, sebulan terakhir hubungan antara paman dan keponakan itu tidak akur. Sering cekcok hingga Imam terpaksa tinggal di rumah tetangganya.

Hingga kemarin, kondisi korban sudah membaik. Sementara pelaku diamankan di Polres Blitar guna pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menyita barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku untuk menikam korban. “Statusnya tersangka. Pelaku masih dimintai keterangannya,” terang perwira berpangkat tiga balok ini.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam pasal 351 ayat 2 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara. (luk/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.