Semakin Dekat dengan Pembaca

Generasi Muda Enggan Bertani, Mengapa?

KOTA BLITAR – Tak dapat dipungkiri, sektor pertanian berkembang pesat mengikuti kemajuan zaman. Namun, sebaran petani muda alias milenial rupanya tak merata. Di Bumi Penataran, mayoritas petani masih didominasi kaum dewasa hingga lanjut usia (lansia).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kabupaten Blitar Wawan Widianto membenarkan hal tersebut. Menurut dia, peran anak muda sebagai petani belum terlalu kentara. Padahal, di era kemajuan teknologi seperti sekarang, tidak menutup kemungkinan bahwa sektor pertanian bakal diperhitungkan di masa depan.

“Jumlahnya belum pasti, masih kami data. Tapi, memang masih banyak yang tua. Petani muda belum rata ke berbagai wilayah,” ujarnya kemarin (21/9).

Dia mengatakan, sejumlah tim dari dispertapa masih memantau. Sementara proses tersebut bergulir, pihaknya meyakini kaum lansia masih lebih banyak. Belum meratanya pemuda yang bertani diduga lantaran pola pikir belum berubah. Utamanya terhadap sektor pertanian yang dianggap kuno. Padahal, ada banyak pertanian modern seperti metode green house.

Dari 22 kecamatan dan 248 desa/kelurahan, lanjut Wawan, keberadaan petani muda paling banyak di Kecamatan Wates. Mereka bertani melon menggunakan sistem green house. Jumlah petani tersebut mencapai ratusan orang. Mereka diketahui cukup tertarik memanfaatkan teknologi yang berkembang terhadap sektor pertanian. Pihaknya menilai, ini menjadi sinyal positif agar muncul petani muda di berbagai wilayah.

“Banyak teknologi baru yang bisa mereka manfaatkan. Selain itu, didukung dengan adanya komoditas bernilai ekonomi tinggi,” jelasnya.

Ketua Kelompok Tani (poktan) di Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari, Kaderi mengatakan bahwa tak banyak anak muda yang bergelut di bidang pertanian. Mengacu data dari kelompoknya, hanya puluhan anak muda yang aktif di bidang pertanian. Itu pun karena latar belakang keluarga yang juga bertani.

Kaderi mengaku tidak mudah mengajak anak muda untuk berkecimpung di dunia persawahan. Sebab, di era yang kian canggih seperti ini, tak sedikit generasi milenial yang justru memilih bekerja kantoran. Meski begitu, pihaknya tak menepis apabila peluang membangkitkan daya tarik anak muda untuk terjun di sektor pertanian cukup terbuka.

“Pastinya berharap agar anak muda itu juga bertani. Tidak hanya latar belakang keluarga, tapi inisiatif,” tandasnya. (luk/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.