Semakin Dekat dengan Pembaca

Gunawan Setia Dharma, Rela Blusukan Hutan Demi Cuan

KOTA BLITAR – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan makin meningkat. Khususnya, begitu pagebluk Covid-19 melanda Bumi Bung Karno. Melihat adanya peluang, Gunawan Setia Dharma memberanikan diri membuka usaha baru. Dia menjual es rempah. Tak pelak, es racikannya itu banyak diburu masyarakat.

Aspal di Jalan Lawu masih tampak basah usai diguyur hujan. Di salah satu sudut jalan itu, seorang pria berbaju kuning bersiap untuk membuka lapaknya. Ada banyak bahan yang dia taruh di etalase gerobak itu. Di antaranya, serai, jahe, kencur, dan bahan lain yang biasa ditemui di dapur rumah. “Seperti jualan jamu ya?” ujar Gunawan lantas terkekeh.

Namun, pria itu tidak sedang menjajakan jamu tradisional, melainkan es rempah. Usaha itu dia tekuni sejak setahun terakhir. Jeli melihat peluang ditambah kemauan untuk terus belajar membuatnya mantap untuk membuka usaha di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul. “Tiga tahun lalu saya mulai usaha wedang rempah. Lalu, setelah banyak belajar dan inovasi, akhirnya bisa tambah menu es rempah,” kata pria asli Kota Patria itu.

Uniknya, ilmu meracik berbagai minuman rempah tidak dia peroleh dari pendidikan formal. Namun, dengan belajar otodidak, memanfaatkan media sosial (medsos). “Saya belajar dari YouTube dan Instagram. Ada seorang pakar pengobatan herbal dengan bahan halal di YouTube. Saya banyak belajar dari akun itu,” akunya.

Ayah tiga anak itu mengaku, perlu ketelatenan dan ketelitian dalam meracik es rempah. Pasalnya, ada banyak bahan dasar yang harus dia ketahui satu per satu manfaatnya bagi kesehatan. “Selain itu, saya juga harus tahu campuran bahan. Tidak bisa asal dicampur. Karena setiap bahan punya khasiat masing-masing,” ungkap Gunawan.

Total ada sekitar 14 jenis rempah berbeda yang mejeng di etalase lapaknya. Mulai kapulaga, serai, akar alang-alang, daun kelor, daun salam, bunga lawang, cengkeh, kayu manis, lada hidam, ketumbar, secang, kunyit, lengkuas, kencur, madu, hingga jahe merah. Uniknya, tidak semua bahan bisa diperoleh dengan mudah. Secang, misalnya.

“Kalau bahan lain, kebanyakan tersedia di pasar. Namun, ada beberapa bahan spesifik yang susah didapat. Salah satu yang paling sulit adalah secang. Karena tanaman itu sekarang sudah sulit di sekitar rumah kita,” jelasnya.

Untuk diketahui, secang merupakan salah satu tanaman perdu yang kini banyak ditemui di hutan atau daerah pegunungan. Seduhan dari serutan kayu secang dipercaya berkhasiat untuk menjaga daya tahan tubuh dan menyembuhkan batuk-pilek. “Karena carinya susah, saya harus pergi masuk hutan di daerah Blitar selatan sebanyak tiga sampai empat kali sepekan,” lanjut Gunawan.

Benar saja. Racikannya banyak diburu masyarakat selama setahun terakhir. Terlebih di kondisi pandemi dalam satu tahun terakhir ini. Itu karena es rempah racikannya adalah yang pertama di Blitar. Gunawan bisa menjual sekitar 40 cup es rempah dalam sehari. “Satu cup biasa saya jual sekitar Rp 8-10 ribu. Dalam sehari biasa habis 30-40 cup,” bebernya.

Guna menarik minat pembeli, pria yang tinggal di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul itu berniat untuk menambah menu baru dalam waktu dekat. Sebelum itu, Gunawan perlu menambah pengetahuan soal bahan-bahan lain berikut juga khasiatnya. “Saya ingin ada varian menu baru. Namun, saya harus banyak belajar lagi soal bahan-bahan atau rempah. Karena kombinasinya tidak boleh sembarangan,” tandasnya. (*/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.