Semakin Dekat dengan Pembaca

Hak Pakai Los Pasar Kanigoro Bakal Ditarik, Jika Lama Kosong Tak Dimanfaatkan

KABUPATEN BLITAR – Ratusan los dan beberapa kios di Pasar Kanigoro tampak bakal berganti majikan. Sebab, pedagang yang sebelumnya mengantongi hak pakai sarana pedagangan tersebut tidak aktif. Akibatnya, pemerintah berencana melakukan evaluasi dan memberikan sarana perdagangan tersebut kepada warga lain.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar Eka Purwanta mengatakan, pedagang yang tidak memanfaatkan los dan kios telah diproses dan mendapatkan surat peringatan pertama. Surat peringatan itu diberikan ketika pedagang tidak aktif atau menempati los maupun kios selama tiga bulan. “Jika tetap tidak mau menempati, maka tempat berdagangnya akan ditarik dan ditawarkan ke masyarakat lain,” jelasnya kepada koran ini kemarin (11/1).

Berdasarkan data Pasar Kanigoro, ada sekitar 50 persen atau sekitar 140 pedagang yang sudah lama tidak aktif berjualan. Ratusan los dan kios itu dibiarkan kosong tak termanfaatkan.

Untuk sementara, pemerintah dalam hal ini disperindag belum melakukan penarikan hak pakai sarana perdagangan tersebut. Alasannya belum sampai tiga bulan alias masih dalam tahap pemberian surat peringatan. “Mereka tetap berjualan, tapi sering tutup,” terangnya.

Terkait aktivitas di lantai II Pasar Kanigoro, Eka mengakui bahwa tempat tersebut masih kosong. Rencana awal, lokasi tersebut dijadikan sebagai sentra kuliner atau pujasera. Sayang, sejak diresmikan 2019 lalu, lokasi ini belum sesuai harapan awal pembangunan Pasar Kanigoro.

Eka mengaku belum ada rencana perbaikan dan pengembangan fasilitas di lantai II tersebut. “Saat ini hanya melakukan perawatan karena anggaran diprioritaskan untuk Pasar Kesamben dan pasar yang rusak parah,” akunya.

Eka mengaku bahwa meramaikan Pasar Kanigoro masih menjadi pekerjaan rumah dinasnya. Beberapa upaya dilakukan, misalnya dengan memberikan penawaran kios dan los kepada masyarakat. Sayangnya, hal ini belum efektif lantaran pasar sering kali terpantau sepi aktivitas jual beli.”Pasar Kanigoro itu tidak sepi, karena saat pagi selalu ramai. Kalau sepi di atas pukul 08.00 WIB, itu artinya kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi,” tandasnya.

Salah satu pedagang, Maryanto mengatakan, pedagang di pasar tersebut banyak yang berhenti berjualan. Sebab, jika sudah di atas pukul 08.00 WIB, pasar ini sudah sepi pembeli. “Ada juga di antara mereka yang menyimpan barang di los, tetapi jualan di pasar pagi. Karena pasar ini hanya ramai pagi hari,” ujarnya.

Dia menunjukkan pasar di lantai II yang rencananya dipakai sebagai pujasera. Namun, tempat itu sudah sepi sebelum pandemi Covid-19. “Karena sepi pembeli, para pedagang tutup. Mereka memilih untuk jualan di tempat lain,” bebernya. (mg1/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.