Semakin Dekat dengan Pembaca

Hampir Sebulan Penanganan Kasus Perampokan Rumdin Wali Kota Blitar Masih Gelap

KOTA BLITAR – Sebulan berlalu. Kasus perampokan di rumah dinas (rumdin) wali kota Blitar belum juga ada titik terang. Hingga kini, diduga komplotan perampok masih bebas ”berkeliaran” alias belum tertangkap.

Kepolisian menduga jika kawanan perampok berpencar untuk melarikan diri. Menurut Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono, pelaku diduga turut memantau perkembangan informasi tentang kasus perampokan melalui media massa. Itu dimanfaatkan pelaku untuk berusaha bersembunyi.

Untuk itu, polisi memaksimalkan strategi dalam memburu pelaku. Harapannya, pelaku bisa segera tertangkap. “Itu (strategi, Red) teknis, tidak bisa kami sampaikan. Yang pasti, masih berjalan untuk proses lidik dan sidik. Semoga dapat pencerahan agar pelaku segera tertangkap,” ungkapnya kepada Koran ini, kemarin (9/1).

Polisi terus mengejar komplotan perampok berdasarkan barang bukti serta petunjuk yang sudah dikantongi dari tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, sidik jari yang berceceran di lokasi tersebut juga dalam proses profiling. Untuk pemeriksaan saksi belum ada tambahan. Terakhir, polisi memeriksa sekitar 40 saksi.

Pria kelahiran Nganjuk ini tak menampik bahwa proses penyidikan terkesan lamban. Bahkan, sudah hampir satu bulan. Kendati begitu, polisi terus memburu pelaku. Beberapa petunjuk, lanjut dia, masih didalami satu persatu baik secara ilmiah (scientific) maupun pengembangan dari hasil pemeriksaan para saksi.

 

“Semoga akhir bulan ini bisa tuntas. Hanya, semakin info yang kami sampaikan dibaca oleh pelaku akan semakin menyulitkan pencarian. Seperti CCTV yang beredar, para pelaku berpencar,” terangnya.

Terkait opini yang beredar di masyarakat bahwa ada skenario di balik kasus itu, Argo enggan menanggapinya secara serius. Menurutnya, kasus tersebut murni kriminalitas. Pihaknya memilih tetap fokus membantu polda dalam mengusut perampokan tersebut.

Pihaknya juga enggan berspekulasi apakah ada keterkaitan antara pelaku dengan pejabat di lingkup pemkot. Hanya, segala kemungkinan bisa terjadi. “Insya Allah perkembangan pengejaran pelaku akan positif. Polda tengah berproses,” tandasnya.

Untuk diingat kembali, rumdin Wali Kota Santoso disatroni kawanan maling pada Senin (12/12/2022). Pelaku melancarkan aksinya dengan melumpuhkan tiga petugas satpol PP yang berjaga di depan. Setelah itu, giliran Santoso dan istrinya disekap. Sebelum kabur membawa perhiasan dan uang Rp 400 juta, kawanan perampok menggondol dekoder kamera CCTV rumdin.

Berdasarkan rekaman kamera CCTV di seberang rumdin wali kota, diketahui pelaku berjumlah lima orang. Mereka mengendarai minibus berplat merah. Mereka masuk ke rumdin dengan begitu mulus hingga berhasil menggondol perhiasan serta uang ratusan juta rupiah. (luk/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.