Semakin Dekat dengan Pembaca

Harga Telur di Pasar Basah Trenggalek Cetak Rekor, Tembus Rp 29 Ribu Per Kg

TRENGGALEK – Akhir 2022 semakin dekat, beberapa komoditas pasar mulai menampakkan gejala kenaikan harga. Seperti halnya telur, baru-baru ini harganya memecah rekor dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur, (6/12). Harga telur ayam ras (petelur) menyentuh Rp 29.266 per kilogram (kg).

Harga itu telah melampaui harga tertinggi kurun 2018 – 2021 yang sebatas Rp 24,086 ribu per kg.

Seorang pedagang sembako di Pasar Basah, Umi Kalsum mengakui kenaikan harga telur itu benar adanya.

Pada Selasa (6/12) harga telur ayam di Pasar Basah sudah menyentuh Rp 29 ribu per kg.

“Sebelumnya harga Rp 27 ribu per kg,” ucap Umi.

Wanita berhijab itu bilang, kenaikan harga telur mulai terjadi sekitar dua pekan yang lalu.

Sejak saat itu, harga telur terus merangkak naik hingga menyentuh Rp 29 ribu per kg.

Umi menilai kenaikan harga untuk telur biasanya naik pada momen-momen tertentu, misalnya saat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Mau Natal dan Tahun Baru ada kenaikan,” ungkap pedagang yang berjualan di area dalam tersebut.

Namun begitu, kenaikan harga telur yang memecahkan rekor tertinggi sejak 2012 itu tak banyak berpengaruh terhadap pedagang.

Hal itu pun diakui Umi, kendati telur mahal, minat beli dari konsumen tetaplah tinggi.

“Ya harga naik, pembeli tetap ada, banyak yang membutuhkan. Yang banyak (konsumen, Red) kalau di pasar itu warung (penjual makanan, Red),” kata warga Kecamatan Tugu tersebut.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin membenarkan bahwa pihaknya sudah mengoperasi pasar, dan menemukan harga telur di pasaran sudah ada yang menyentuh Rp 30 ribu per kg.

Arifin mengakui inflasi di Trenggalek berada di angka 5 koma, hampir sama dengan angka nasional.

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada jajaran forkopimda agar mampu menurunkan angka inflasi hingga 4 koma,

“Bila inflasi naik, tentu nilai tukar mata uang kita akan melemah terhadap harga-harga komoditas. Makanya bantuan sosial ini menyasar kepada petani agar para petani ini bisa menjaga harga kebutuhan pokok” ungkapnya. (tra/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.