Semakin Dekat dengan Pembaca

Hati-Hati Gangguan Pernapasan pada Bayi Akibatkan Kematian

Tulungagung – Kasus gangguan pernapasan pada bayi merupakan salah satu penyakit mematikan. Apalagi, pada bayi neonatus atau bayi berusia 0 hingga 40 hari. Penyakit tersebut bisa diakibatkan karena berbagai macam hal, termasuk unsur bawaan lahir.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Kasil Rokhmad mengatakan, dapat dimungkinkan penyakit gangguan penapasan pada anak merupakan salah satu penyakit yang memiliki unsur bawaan. Artinya, bayi tersebut terlahir dengan kelainan bawaan pada saluran pernapasan.

Menurut dia, jenis penyakit tersebut sering ditemukan pada bayi di Tulungagung. “Penyakit gangguan pernapasan ini terdapat unsur bawaan dari bayi. Jadi, ketika lahir bayi ini memiliki kelainan bawaan pada saluran pernapasan,” jelasnya kemarin (1/1).

Selain itu, gangguan pernapasan pada bayi juga terdapat faktor dari penyakit yang didapat. Faktor yang didapat ini bisa saja dikarenakan alergi dan infeksi. Perlu perhatian khusus serta perawatan khusus pada buah hati agar tidak menderita penyakit gangguan pernapasan. “Nah, yang alergi tentu saja harus menemukan alerginya ini karena apa saja. Kalau karena infeksi bakteri ini ada virus, kuman, dan jamur. Dilihat penyebabnya, obatnya nanti menyesuaikan dengan itu,” ucapnya.

Disinggung perihal kasus gangguan pernapasan pada bayi hingga menyebabkan kematian, dia mengaku, jika bayi masih berada pada usia neonatus sekitar 0 hingga 40 hari, gangguan pernapasan ini diakibatkan akibat adanya permasalahan pada pertolongan saat melahirkan. Menurutnya, kasus serupa ada di Tulungagung. Pihaknya berupaya mencegah permasalahan tersebut untuk mencegah kematian pada ibu dan anak. “Kasusnya ada dan yang paling dominan kalau neonatus itu dari proses persalinan,” paparnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, maka perlu konsultasi dokter pada saat masa kehamilan. Namun, ada saja kasus ketika pemeriksaan tidak terdapat kelainan, tetapi pada saat persalinan mengalami kesulitan sehingga menyebabkan pernapasan pada bayi terganggu. “Itulah yang perlu diantisipasi. Kadang bisa tersedak oleh air ketuban dan sebagainya. Seharusnya, pada saat seperti itu bidan segera mengantisipasi potensi hal serupa terjadi agar tidak fatal,” tutupnya. (mg2/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.