Semakin Dekat dengan Pembaca

Hutan Kampak Trenggalek Diduga Jadi Habitat Kukang, Upaya Pelestarian Wajib Dilakukan

Trenggalek – Sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan, khususnya di Bumi Menak Sopal, tampaknya harus terus dilakukan. Hal tersebut diperlukan untuk melindungi keberlangsungan lingkungan serta satwa yang ada di dalamnya.

Sebab, berdasarkan keterangan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, dimungkinkan masih banyak kukang jawa yang hidup di hutan wilayah Trenggalek, seperti di wilayah Kecamatan Kampak. Hal itu berdasarkan kajian lantaran hutan tropis menjadi habitat hewan pemalas dan dilindungi tersebut. Jadi, tidak menutup kemungkinan ke depan masyarakat sekitar akan menemukan jenis primata tersebut. “Berdasarkan pengetahuan kami, wilayah hutan di sini (Trenggalek, Red) termasuk habitatnya (kukang jawa, Red) karena termasuk hutan tropis. Makanya, kami ajak peran serta masyarakat untuk menjaga hutan agar kehidupannya agar tetap lestari,” ungkap petugas BKSDA Jawa Timur Seksi Konservasi Kediri, Ahmad Kusairi.

Dia melanjutkan, setelah mengetahui akan kabar penemuan kukang jawa tersebut bergelantungan di rumah warga, BKSDA langsung meresponsnya. Tindakan tersebut dilakukan sebagai langkah penyelamatan, mengingat termasuk hewan dilindungi dan terancam punah. Selain itu, jenis hewan tersebut banyak diburu penggemar dan diperjualbelikan di pasar gelap. “Untuk berapa harganya, kami tidak tahu secara pasti. Dan berdasarkan pengamatan sementara, hewan ini berjenis kelamin laki-laki, berumur antara 4-5 tahun,” katanya.

Kendati demikian, pihak BKSDA belum mengetahui secara pasti apakah kukang tersebut dari Kecamatan Kampak atau dari tempat lain yang ditangkap masyarakat dan lepas, maupun merupakan hewan liar atau peliharaan. Untuk mengetahui hal itu harus dilakukan orientasi terlebih dahulu. Sebab, selain di Trenggalek ,hutan tropis daerah sekitar seperti Tulungagung, Kediri, dan sebagainya merupakan habitat kukang.
Dengan demikian, selain imbauan agar tetap menjaga kelestarian hutan, masyarakat diharapkan jangan mengusik keberadaannya apalagi menangkapnya. Sebab, jika merasa diusik, hewan tersebut bisa stres dan dikhawatirkan akan mati hingga membuat keberadaannya semakin sedikit. “Ini merupakan jenis hewan liar. Sehingga kami berharap kepada masyarakat jika menemukan kukang-kukang yang lain agar tidak menangkapnya. Sebab, mereka lebih baik hidup di alam liar,” jelas Kusairi.

Seperti diberitakan, nasib kukang jawa yang ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Trenggalek pada Minggu (1/1) di Desa Senden, Kecamatan Kampak, sudah berada ditangan yang tepat. Pasalnya, kemarin (6/1), tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur (Jatim) sudah datang untuk mengevakuasinya.

Nantinya kukang jawa tersebut akan diorientasi. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui, apakah hewan tersebut merupakan hewan liar yang memang hidup di sekitar wilayah Kecamatan Kampak, atau hewan peliharaan. Jika dari hasil orientasi tersebut kukang merupakan asli hewan liar dan bisa survive di alam, maka kukang jawa tersebut akan dilepasliarkan. Namun, jika merupakan hewan peliharaan, maka langkah selanjutnya akan dititipkan ke lembaga konservasi yang telah tepercaya seperti di Jatim Park. (jaz/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.