Semakin Dekat dengan Pembaca

Ikang Khoirul Fauzi Pemenang Lomba Videografi Perhutani,Belajar Dari Otodidak

VIDEOGRAFER merupakan rentetan pengalaman dari Ikang Khoirul Fauzi. Sebelum pemuda kelahiran 2000 itu kenal dunia videografi, dia sudah tertarik dengan fotografi.
Fotografi dan videografi tak jauh berbeda. Dari segi teknis pengambilan objek, kedua bidang itu memiliki sejumlah kemiripan. Ikang pun bukan orang awam ketika terjun di videografi pada 2019 lalu.
Ikang menekuni videografi pascalulus sekolah. Mulanya, warga RT 7/RW 2 Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, itu dapat rekomendasi dari salah satu guru SMK-nya untuk menjadi editor video. Dia pun antusias meskipun belum lihai mengedit slowmotion dan mencari beuty shoot.

“Jadi, penyuntingannya cuma cutting, digabungkan, memberi lagu, dan efek warna. Waktu itu saya belum tahu wedding dan beauty shoot seperti apa. Awal banget,” ungkapnya. Berangkat dari tidak bisa, Ikang merasa tertantang untuk menguasainya. Satu-satunya cara untuk bisa adalah memperdalam pengetahuan tentang videografi.

Pengetahuan videografi Ikang banyak diperoleh dari video-video tutorial. Namun, untuk mendapat pengetahuan baru, dia kadang harus menemukan hambatan dulu baru mencari tutorial. Seiring waktu, keahlian Ikang saat proses pengambilan video dan mengeditnya itu menjadi semakin lihai. “Sewaktu SMK itu juga pernah dapat tugas membuat video klip, kalau belum selesai tidak boleh pulang,” ujarnya.

Karir videografer Ikang Khoirul Fauzi berangkat dari industri video wedding. Lama menekuni bidang itu, kemampuan Ikang dalam videografi semakin meningkat. Ikang mengaku, industri video pernikahan mengasah kemampuannya dalam mencari momentum dan beuty shoot. Kedua teknik pengambilan gambar itu kini melekat menjadi karakteristik di tiap video-videonya.

Namun, saat mengikuti kontes videografi nasional, Ikang mencoba mengolaborasikan beberapa teknik videografi di pernikahan dengan pariwisata. Dalam akun Instagram-nya, video yang memenangkan kontes itu dia beri judul Ngerit The Secret Paradise. Video itu pun menyiratkan makna tentang destinasi wisata yang dimiliki Goa Ngerit. “Di wedding itu sudah ada konsepnya. Kalau pariwisata itu ada tantangannya. Dari ide dan bagaimana pengaplikasiannya. Aku lebih ke video-video beauty,” ujarnya.

Karya videografi Ikang pun memperlihatkan seorang wisatawan wanita yang merasa kagum dengan pesona keindahan dari Goa Ngerit. Beberapa scene juga menunjukkan keindahan alam yang tampak dari atas (pengambilan gambar memakai drone, Red).

Melalui karya videografinya, Ikang berharap agar wisata-wisata di Trenggalek bisa lebih terekspos. Menurutnya, Trenggalek memiliki banyak destinasi wisata, tetapi masih sedikit yang diketahui. “Banyak yang belum terekspos,” tandasnya. (*/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.