Semakin Dekat dengan Pembaca

Ikut Nobar Rilis Pengungkapan Kasus Rampok, Wali Kota Blitar Ogah Tafsirkan Motif Politik

KOTA BLITAR – Tiga dari lima pelaku perampokan di rumah dinas (rumdin) Wali Kota Blitar akhirnya dibekuk tim Polda Jatim, kemarin (12/1). Kurang lebih sebulan setelah kasus perampokan dengan menyekap wali kota, istri, dan penjaga itu.

Kepolisian berhasil membekuk komplotan perampok yang menggondol uang ratusan juta milik Wali Kota Blitar Santoso. Meski begitu, masih ada dua pelaku lain berstatus buronan.

Wali Kota Blitar Santoso berharap dua pelaku buron segera tertangkap sehingga motif di balik aksi kriminal dengan kekerasan itu bisa lebih terang benderang. “Kita doakan bersama-sama, dua pelaku yang masih melarikan diri segera tertangkap. Sehingga semuanya (motif, Red) bisa lebih jelas,” harapnya kepada Koran ini kemarin (12/1).

Kemarin, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar itu turut menyaksikan live streaming konferensi pers resmi yang digelar Polda Jawa Timur (Jatim) terkait penangkapan tiga perampok rumdin wali kota. Santoso nonton bareng (nobar) rilis tersebut bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar Priyo Suhartono, Inspektur Daerah Suyoto, Kepala BPKAD Widodo Saptono Johannes, serta Kabag Umum Setda Kota Blitar Gigih Mardana di ruangan wali kota.

Menurut dia, pengungkapan kasus perampokan hingga berujung penangkapan tiga pelaku itu berkat kerja keras tim Polda Jatim, khususnya Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) juga jajaran tim dari Polres Blitar Kota. ”Terima kasih kepada Kapolres Blitar Kota, kasatreskrim, dan semua jajarannya karena sudah bekerja keras mengungkap kasus ini. Termasuk doa dari masyarakat di mana pun berada serta doa para ASN, sehingga pelaku tertangkap dalam kurun sebulan,” tegasnya.

Meski belum semua pelaku tertangkap, ujar Santoso, tetap menghargai kerja keras kepolisian. Menurut dia, memang tidak mudah mengungkap hingga menangkap komplotan pelaku ini. “Setidak-tidaknya ketiga pelaku sudah tertangkap. Mari berdoa agar dua pelaku lain segera tertangkap,” ungkapnya.

Soal sosok ketiga pelaku apakah ada yang dikenali, Santoso dengan tegas menjawab tidak kenal. Apalagi, saat itu dia dalam kondisi disekap seluruh wajahnya oleh pelaku sehingga tidak bisa melihat. Termasuk istri dan ketiga petugas banpol yang berjaga.

Sementara disinggung mengenai adanya motif politik di balik perampokan tersebut, Santoso enggan berkomentar lebih jauh. Dia lebih mempercayakan keterangan dari kepolisian. “Saya tidak ingin menafsirkan itu (motif politik, Red). Yang jelas, apa yang disampaikan oleh polda itu yang sudah jelas,” tandasnya. (sub/c1/ady)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.