Semakin Dekat dengan Pembaca

Ikut Rewang saat Tetangga Hajatan

KOTA BLITAR – Kwan Hoi Lam merupakan warga asli Hongkong. Dia lahir pada Maret 2001 lalu. Meski begitu, Lam Lam –sapannya- jatuh cinta kepada Indonesia. Bahkan, kini dia tinggal di Indonesia.

Budaya Indonesia membuatnya kepincut. Salah satunya, keramahan penduduk. Bahkan, dia juga memilih menjadi mualaf. “Saya dulu waktu tinggal di Hongkong masih belum punya agama. Tiba di Indonesia sekitar tahun 2011, saya sudah yakin untuk jadi mualaf,” ungkapnya.

Wanita ramah itu mengaku hampir menyerah dalam pencarian kebenaran melalui agama. Sampai suatu saat, dia merasa tertarik dengan ajaran Islam. Apalagi, dia tertarik untuk tinggal di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya pemeluk Islam.

Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Lam Lam mempunyai keinginan yang besar untuk hidup dan tinggal di Indonesia sejak masih kecil. ”Waktu itu saya tertarik karena ibu angkat yang bekerja di Hongkong sebagai TKW selalu menceritakan tentang Indonesia, dan menjanjikan untuk mengajak jalan-jalan di Indonesia,” ujarnya.

Awal tinggal di Indonesia, Lam Lam kesulitan untuk memahami budaya dan bahasa di Indonesia. Apalagi, budaya yang ada di Indonesia berbeda dengan Hongkong. ”Kalau awal-awal saya tinggal di Indonesia, saya merasa kaget dengan budaya dan sikap orang Indonesia,” katanya.

Sejak tinggal di Indonesia selama 10 tahun, dia sudah mengenal jauh tentang budaya di Indonesia. Selain itu, Lam Lam juga meneruskan pendidikan di salah satu perguruan Islam di Blitar. “Terkadang jika ada tetangga yang ada hajat, saya pasti ikut membantu untuk rewang dengan ibu angkat saya,” jelasnya.

Tidak jarang, dia juga mendapatkan ejekan dari orang-orang sekitar karena dianggap mempunyai mata sipit dan seperti bule. Akan tetapi, dia membuktikannya dengan hasil serta prestasi yang didapatkan. ”Selama tinggal di Indonesia, berbagai prestasi dan kegiatan sosial sudah saya lakukan. Mulai dari mengikuti kegiatan bakti sosial, mengkuti pentas tari dan menyanyi, hingga menjadi bagian di dalam kepanitiaan besar,” ujar Lam Lam lagi.

Sebagai mahasiswa teknologi informasi di perguruan Islam di Blitar, dia mempunyai harapan untuk lebih jauh mendalami agama Islam. Serta mampu memberikan prestasi bagi keluarga, bahkan Indonesia. “Saya sudah bangga menjadi bagian dari warga Indonesia sejak kecil. Hal inilah yang membuat saya tetap semangat untuk terus mempelajari hal-hal yang belum pernah saya dapatkan waktu di Hongkong,” tandasnya. (mg1/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.