Semakin Dekat dengan Pembaca

Ini Tiga Wajah Baru OPD di Pemkab Tulungagung, Bupati: Kantornya ada di Eks Belga

TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung berencana menambah tiga organisasi perangkat daerah (OPD) tahun ini. Yakni, dinas pemuda dan olahraga, dinas pemadam kebakaran (damkar), serta badan riset dan inovasi daerah (BRIDa).

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menjelaskan, tiga OPD baru tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan dari perkembangan zaman yang menyangkut cakupan beban tugas dan kerja. Wadahnya (secara kelembagaan, Red) sudah mulai dipersiapkan, kemudian untuk penggawa di dalamnya akan menyusul. Kawasan eks pertokoan Belga yang kini pengelolaannya sudah di tangan Pemkab Tulungagung digadang-gadang menjadi lokasi perkantoran tiga perangkat daerah itu.

“Tiga kantor perangkat daerah baru nanti boleh ditempatkan di sana (eks kawasan Belga, Red),” katanya.

Pemkab tampaknya sudah sangat serius dengan rencana ini. Indikasinya, satu bulan lalu telah dikirimkan peraturan daerah (perda) dan peraturan bupati (perbup) terkait tiga perangkat daerah baru itu kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tulungagung Soeroto mengungkapkan, kini yang dilakukan adalah menunggu berkas-berkas tersebut turun. Hal itu diprediksi tidak akan lama, kemudian disusul realiasasi dengan proses pengisian jabatan.

“Insya Allah dalam waktu dekat berkas-berkas itu akan turun, kemudian akan segera diisi susunan organisasi dan tata kerja (SOTK)-nya,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, sebenarnya untuk dinas pemuda dan olahraga dalam struktur organisasi kelembagaan secara vertikal sudah ada. Dalam tataran pusat bercokol Kementerian Pemuda dan Olahraga. Nantinya, perangkat daerah baru dinas pemuda dan olahraga akan mengangkat prestasi olahraga di Tulungagung agar lebih baik. Senada dengan BRIDa, di tataran pusat sudah terdapat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Sedangkan untuk dinas damkar diharapkan akan lebih baik dalam melayani masyarakat Tulungagung. Jadi, bila mana sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat bisa segera membantu dan mengatasi permasalahan yang ada,” jelasnya.

Kemudian, yang menjadi pekerjaan rumah adalah menyiapkan aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Tulungagung untuk mengisi tiga perangkat daerah baru tersebut. Lantaran mulai dari kepala dinas atau badan, sekretaris, kepala bidang, sampai kepala subbagian umum dan kepegawaian harus diisi semua. Itu terpenting, lalu selebihnya bisa diisi pejabat fungsional dan pelaksana. Tentu pengisiannya akan mempertimbangkan kebijakan yang diambil Bupati Tulungagung.

Namun faktanya, adanya tiga perangkat daerah baru tersebut menambah kursi jabatan tinggi pratama yang masih kosong.

Masih menurut dia, kursi Kepala Satpol PP Tulungagung, kepala badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda), asisten I pemerintahan dan kesra, serta pucuk pimpinan tiga perangkat daerah baru tersebut masih kosong. “Jadi kini ada enam kursi yang masih kosong,” pungkasnya. (nul/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.