Semakin Dekat dengan Pembaca

Jalan Satu Arah, Penjualan Menurun

Keluhan Pedagang Pascarelokasi di Sisi Timur Alun-Alun Kota

KOTA BLITAR – Sejumlah pedagang yang baru direlokasi di sisi timur Alun-Alun Kota Blitar mengeluhkan beberapa hal. Salah satunya mengenai jalur satu arah di Jalan Merapi yang menjadi lokasi berjualan.

Salah satu pedagang makanan, Safiudin mengungkapkan, relokasi pedagang di sisi timur alun-alun kurang efektif. Sebab, tempat jualan tersebut berada di pinggir jalan dengan jalur satu arah. Kondisi itu pun berdampak pada penjualannya. “Penjualan saya menurun. Beda ketika berjualan di utara alun-alun, bisa ramai karena arus lalu lintas dua arah,” jelas pria 40 tahun ini.

Meskipun penataan lapak atau gerobak pedagang sudah bagus dan lebih luas, menurut Udin, tempat produksi makanan kurang aman. Sebab, atap yang digunakan hanya terbuat dari kain. Hal ini mengharuskannya untuk menambah lapisan atap. Tujuannya agar tidak bocor saat hujan turun. “Kalau saat hujan, airnya pasti menetes mengenai bahan produksi,” tutur pedagang bakso ini.

Hal senada juga diungkapkan pedagang lain, Sulistyowati. Penjual soto ini mengaku penjualannya menurun pascarelokasi. Biasanya, dia bisa menghasilkan omzet Rp 800-900 ribu dalam sehari. Namun, saat ini hanya sekitar Rp 500-600 ribu. “Mungkin karena akses jalan ke sini agak ribet,” terang perempuan 44 tahun ini.

Selain itu, kotoran burung yang jatuh di area tempat berjualan lebih banyak. Kondisi tersebut mengakibatkan para pengunjung merasa tidak nyaman. Tidak hanya bekas kotoran burung yang berceceran, tetapi juga bau yang tidak sedap.

Meski begitu, kata pedagang lain Septi Rofita, pembeli banyak pascarelokasi. Terutama para pelanggan yang memang sudah tahu tempat berjualan yang baru. “Karena sudah diimbau oleh pedagang bahwa jualan pindah ke sisi timur alun-alun,” kata perempuan berjilbab ini.

Septi mengaku, berjualan di tempat yang baru jauh lebih baik. Sebab, kondisi lebih bersih dan rapi. Selain itu, tempat untuk para pembeli juga lebih luas. “Para pembeli bisa lebih nyaman menikmati makanan dan minuman,” tandasnya.

Terkait area jualan di sisi timur alun-alun yang banyak kotoran burung blekok, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar Jajuk Indihartai mengatakan bahwa DLH membersihkan area jualan setiap minggunya. Pembersihan dilakukan sebanyak dua kali dalam sepekan. ”Ini kami lakukan demi kenyamanan pengunjung maupun pembeli,” ujarnya. (mg1/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.