Semakin Dekat dengan Pembaca

Januari, Atlet Wajib Kembali Berlatih

KABUPATEN BLITAR – Program pembinaan reguler di tubuh Pengurus Kabupaten (Pengkab) Wushu Blitar bakal kembali digulirkan. Itu penting mengingat jadwal latihan wushu dikosongkan dalam 1,5 bulan terakhir. Padahal, salah satu cabor bela diri ini sedang bersiap menghadapi kejuaraan terbesar tingkat provinsi.

Sejak November lalu, atlet wushu Kabupaten Blitar memilih untuk melakoni latihan di cabor lain. Meskipun cukup disayangkan, jajaran Pengurus Kabupaten (Pengkab) Wushu Blitar tidak bisa melarang hal itu. Sebab, sejak mentas dari gelaran Popda Jatim pada November lalu, tak banyak agenda yang dilakoni oleh Pengkab Wushu Kabupaten Blitar. “Karena pada dasarnya memang jarang ada turnamen wushu,” kata Pelatih Pengkab Wushu Blitar, Ahmad Febri Nurwindani.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Dani ini menambahkan, baik jajaran pengurus cabor maupun atlet tidak boleh berleha-leha. Sebab, Porprov VIII Jatim bakal kembali digelar di medio tahun ini. Perlu diingat, seri Porprov VII dan Porprov VIII hanya berjarak satu tahun. Padahal, multievent terbesar tingkat provinsi ini secara reguler digelar setiap dua tahun.

Pandemi Covid-19 jadi alasan utama KONI Provinsi Jatim menggelar Porprov VII pada 2022. Sedianya, gelaran yang dibuka di Jember itu dihelat pada 2021 lalu. “Karena itu, berarti kita hanya punya waktu kurang dari delapan bulan. Kalau persiapan minim, tentunya akan susah. Padahal, wushu menjadi salah satu andalan untuk meraih medali di kejuaraan,” lanjutnya.

Tak ingin berlama-lama, jajaran pengurus berencana untuk kembali menggiatkan agenda latihan reguler. Mulai bulan ini, para atlet diwajibkan untuk kembali berlatih di sasana wushu yang berlokasi di Kecamatan Udanawu. “Atlet kami beri pemberitahuan secara tertulis. Yang pasti, bulan ini harus kembali diaktifkan,” tegasnya.

Disinggung soal penjaringan atlet, Dani mengaku belum bisa berkomentar banyak. Alasannya, pengurus belum menerima konfirmasi perihal pencairan anggaran pembinaan tahun ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, anggaran pembinaan tahunan biasa dibagi ke dalam 3 sampai 4 termin. “Kabarnya, termin pertama akan cair Januari. Tapi, itu belum kami pastikan. Nah, penjaringan atlet kan perlu digelar seleksi, sedangkan agenda seleksi juga perlu anggaran,” tandasnya. (dit/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.